Bakteri penyebab penyakit Antraks tak hilang meski daging sapi telah direbus.
TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementerian Pertanian, dr. Syamsul Ma'arif, mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak mengonsumsi daging hewan ternak yang terindikasi terinfeksi bakteri B.Anthrocis atau terkena penyakit antraks. Sebab, kata Syamsul, proses pemasakan tidak akan mematikan bakteri yang sudah terlanjur menginfeksi daging.
'Gunung Kidul memang endemis antraks. Ketika tidak ditangani dengan baik, maka akan terus menerus kasusnya,' ujar Nuryani.Ia menjelaskan Kementerian Pertanian sudah ada rutin membagikan vaksin gratis untuk hewan ternak di kawasan Gunung Kidul. Namun karena spora yang masih bertahan di tanah dan kebiasaan masyarakat setempat membagikan daging hewan ternak yang mati tanpa disembelih, membuat penularan kawasan itu berisiko tinggi.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Antraks Gunungkidul, Apa Bakteri Penyebab Penyakit Itu?Antraks Gunungkidul, Apa Bakteri Penyebab Penyakit Itu? TempoGaya
Read more »
Apa yang Terjadi Jika Kita Mengalami Antraks? Simak Ulasannya...Antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri gram positif berbentuk batang yang dikenal sebagai Bacillus anthracis.
Read more »
Bagaimana Manusia Bisa Terkena Penyakit Antraks? Berikut Faktanya...Antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pembentuk spora yang bernama Bacillus anthracis.
Read more »
Bagaimana Manusia Bisa Terkena Penyakit Antraks? Berikut Faktanya...Antraks adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri pembentuk spora yang bernama Bacillus anthracis.
Read more »
Apakah Penyakit Antraks Berbahaya?Antraks adalah penyakit menular yang disebabkan oleh paparan bakteri Bacillus anthracis.
Read more »
Antraks Muncul di Gunungkidul, Sultan HB X Sebut Sapi Mati Dikubur Tetap DikonsumsiPekan ini kasus antraks kembali mencuat di Gunungkidul dengan laporan sedikitnya 87 warga positif dan satu meninggal.
Read more »