Bursa Eropa kompak berada di zona merah pada pembukaan perdagangan hari ini, di mana pasar sedang bergejolak imbas meningkatnya tensi antara Rusia dan Ukraina.
Bursa Eropa kompak berada di zona merah pada pembukaan perdagangan Selasa , di mana pasar sedang bergejolak imbas meningkatnya tensi antara Rusia dan Ukraina.
Indeks DAX Jerman terkoreksi 294,13 poin ke 14.436,99 dan indeks CAC Prancis turun 1,26%. Hal yang serupa terjadi, indeks FTSE Inggris yang anjlok 1,23% ke level 7.392,31.Pasar global bergejolak setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menginstruksikan militernya ke dua wilayah di timur Ukraina. Aksi tersebut mengekor dari pengumuman Putin kemarin, bahwa dua wilayah di Ukraina yaitu
Pidato Putin memicu Presiden Amerika Serikat Joe Biden untuk memberikan sanksi terhadap wilayah separatis Rusia, di mana negara-negara Eropa berjanji untuk mengambil tindakan tambahan.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
China Tegur NATO soal Ukraina, Ungkap Risiko Perang Pecah di Eropa - Pikiran-Rakyat.comChina meminta semua pihak berupaya menciptakan situasi menuju perdamaian terkait krisis yang terjadi di Ukraina.
Read more »
Von Der Leyen: Eropa Akan Baik-baik Saja Hadapi Musim Dingin Meski Tanpa Gas RusiaEropa dapat bertahan musim dingin ini meskipun raksasa energi Rusia Gazprom dengan sengaja mengurangi pasokan gas. Begitu kata
Read more »
Uni Eropa Akui Takut Tatanan Dunia Baru Dipimpin Rusia dan ChinaRusia dan China adalah dua kekuatan revisionis yang berusaha mengubah tatanan dunia saat ini. Pengakuan sekaligus ketakutan itu diungkapkan Perwakilan Tinggi...
Read more »
PM Inggris Peringatkan Rusia Bisa Picu Perang Terbesar di Eropa Sejak 1945Inggris peringatkan Rusia bisa picu perang terbesar di Eropa jika invasi Ukraina. Inggris juga mengancam akan memberikan sanksi 'lebih parah' kepada Rusia.
Read more »
'Perang terburuk di Eropa sejak 1945 direncanakan di Ukraina', tuding PM Inggris meski Rusia berkali-kali membantah - BBC News IndonesiaBoris Johnson mengaku mendapat informasi intelijen soal rencana Rusia terhadap Ukraina 'yang bisa menjadi perang terbesar di Eropa sejak 1945'. Namun tuduhan invasi berulang kali dibantah Rusia.
Read more »