Prilly Latuconsina tengah berbahagia karena film yang dibintangi dan diproduserinya, Kukira Kau Rumah, tembus 1 juta penonton dalam 6 hari penayangan
Lewat unggahan di Instagram, Prilly mengungkap kebahagiaannya. Berikut rangkumanKukira Kau RumahNangis. Terima kasih penonton Indonesia.
Masih enggak nyangkaSelain mengucapkan terima kasih kepada penonton, Prilly Latuconsina juga mengapresiasi kerja keras para pemain dan kru di film tersebut.Semoga dengan pencapaian ini kita bisa terus berkarya dan membuka harapan ke mereka yang baru mau mulai!
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Prilly Latuconsina Idap Post Traumatic Stress Disorder sampai Harus ke PsikologPrilly Latuconsina mengidap Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). Kondisi ini membuat artis 25 tahun tersebut harus berkonsultasi dengan psikolog. Prilly Latuconsina...
Read more »
Jadi Bos Baru, Prilly Latuconsina Rela Panas-panasan demi PersikotaPrilly Latuconsina turun langsung ke lapangan sebagai bos baru Persikota Tangerang. Artis muda ini rela panas-panasan melihat timnya berlatih.
Read more »
Erick Thohir Beri Saran Kelola Klub kepada Prilly LatuconsinaMenteri BUMN Erick Thohir memberi saran soal pengelolaan klub sepakbola kepada aktris Prilly Latuconsina, pemilik Persikota Tangerang.
Read more »
Prilly Latuconsina Akan Sangat Hati-hati soal Transfer Pemain PersikotaPemilik klub sepakbola Persikota Tangerang Prilly Latuconsina menegaskan dirinya akan bertindak sangat hati-hati soal transfer pemain di klubnya.
Read more »
Prilly Latuconsina Mengaku Bingung Atur Waktu Setelah Jadi Pemilik Klub Sepak Bola'Ini termasuk tantangan, saya baru saja terjun di dunia film sebagai produser tetapi langsung juga terjun sebagai pemilik klub, bagi waktunya ini lumayan.'
Read more »
Prilly Latuconsina Mengaku tidak Mau Gegagah Soal Transfer Pemain PersikotaPrilly mengaku akan memmirkan soal transfer pemain saat Persikota berhasil meraih promosi ke Liga 2.
Read more »