Sulawesi Utara (Sulut) dan 12 provinsi lainnya di Indonesia mengalami kenaikan BOR dan kasus harian yang telah melampaui puncak gelombang Covid-19 varian delta.
Untuk itu, pemerintah menyatakan Indonesia tidak akan latah mengikuti negara-negara eropa yang mulai bertransisi dari Pandemi ke Endemi.
Selain itu, kata Luhut pra-kondisi ini akan diterapkan dalam rentang waktu yang cukup panjang dan sudah stabil ataupun konsisten. Usulan konsep, kriteria, dan Indikator pandemi ke endemi dari waktu ke waktu masih akan terus disempurnakan dengan para pakar dan ahli di bidangnya. Menteri Kesehatan Buda Gunadi Sadikin mengungkapkan, kasus Covid-19 di 13 provinsi telah melampaui puncak kasus konfimasi saat periode varian Delta. Di mana, kasus positif sudah tembus 56 ribu. Ketigabelas provinsi tersebut meliputi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat , dan Papua.
Teramati pula, lanjut dia, pasien yang meninggal kebanyakan belum mendapatkan vaksin Covid-19 sama sekali, baru divaksin satu dosis, komorbid, dan lansia. Melihat fakta ini, ia pun kembali mendorong agar masyarakat yang belum divaksin Covid-19 untuk segera mendapatkan dosis lengkap. “Pemerintah terus memantau mempersiapkan langkah karena puncaknya dalam 2-3 minggu ke depan yang perlu diantisipasi,” ujarnya.
Dari sisi capaian vaksinasi, untuk vaksinasi dosis pertama masih ada 3 provinsi yang di bawah 70 persen, yaitu Maluku, Papua Barat dan Papua. Sementara, untuk vaksin dosis kedua yang di bawah 50 persen adalah Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Aceh, Papua Barat, Maluku dan Papua.
Pra-kondisi endemi akan mengambil pijakan beberapa indikator yakni tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi, tingkat kasus yang rendah berdasarkan indikator WHO, kapasitas respons fasilitas kesehatan yang memadai maupun sistem surveilans aktif. Beberapa kabupaten naik ke level PPKM 3 maupun 4 karena peningkatan kasus maupun BOR. Diantaranya Solo Raya dan Semarang Raya. Untuk wilayah aglomerasi Jabodetabek, Bali, DIY, Bandung Raya, Surabaya Raya, Malang Raya saat ini masih berada pada Level 3.
Meski Jawa Bali menurun, namun yang jadi perhatian ialah puncak kematian. Menurut BGS, setelah membandingkan dengan negara-negara lain, puncak yang wafat akan terjadi 15-20 hari setelah puncak kasus. ”Jadi walaupun di beberapa provinsi seperti DKI Jakarta, Bali, sudah mulai menurun, tapi puncak kematian baru akan terjadi dua minggu sesudahnya,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pemerintah juga terus mewaspadai dinamika kasus Covid-19 di luar Jawa Bali. Sebab, lonjakan kasus luar Jawa Bali diprediksi baru akan terjadi 2-3 pekan ke depan.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Tanpa Perlu PCR, Pasien Omicron COVID-19 Dinyatakan Sembuh Usai 10 Hari IsomanPerlukah melakukan PCR kembali usai isolasi mandiri atau isoman COVID-19 selama 10 hari?
Read more »
Generali Bayarkan Klaim Covid-19 Rp253 Miliar pada 2021 | Finansial - Bisnis.comGenerali Indonesia mencatat sebanyak 25 persen dari total klaim yang dibayarkan adalah klaim terkait Covid-19 dengan jumlah hampir 8.000 klaim senilai Rp253 miliar.
Read more »
Ratu Elizabeth dari Inggris Positif Covid-19, Ini Gejalanya | Kabar24 - Bisnis.comKekahwatiran akan Ratu Elizabeth II terpapar Covid-19 meningkat setelah terlebih dahulu Pangeran Charles dinyatakan positif.
Read more »
3 Agenda Kerajaan Ratu Elizabeth II Sebelum Positif Covid-19Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Ratu Elizabeth II menghadiri beberapa agenda kerajaan/
Read more »
Positif COVID-19, Sharena Sedih Anak Nangis Kejer dari Balik KacaSudah berusaha untuk tak panik dan stres, Sharena malah tak kuasa saat melihat kedua buah hatinya sedih dan menangis mendapati dirinya harus isoman karena positif COVID-19.
Read more »