Jenderal Sudirman, Panglima Besar yang Pimpin Perang Gerilya dengan 1 Paru-paru

South Africa News News

Jenderal Sudirman, Panglima Besar yang Pimpin Perang Gerilya dengan 1 Paru-paru
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 SINDOnews
  • ⏱ Reading Time:
  • 76 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 34%
  • Publisher: 51%

Jenderal Sudirman, Panglima Besar yang Pimpin Perang Gerilya dengan 1 Paru-paru Sindonews BukanBeritaBiasa .

yang memimpin perang gerilya dengan satu paru-paru, bukan kisah bohong alias hoaks. Itu kisah nyata. Banyak sumber mengatakan bahwa sebelum tentara Belanda menyerbu Kota Yogyakarta pada 19 Desember 1948, Jenderal Sudirman sudah tidak sehat. Paru-parunya bermasalah.

“Pak Dirman menderita TBC … sebuah paru-paru sudah rusak," tulis Amrin Imran dalam buku Panglima Besar Sudirman .Karena itu, pasca operasi Sudirman sempat beristirahat di rumah. Namun, pada 19 Desember 1946 Belanda menerjunkan pasukannya dan bergerak menuju Yogyakarta, Ibu Kota RI. Ini menandai dimulainya Agresi Militer II Belanda.berangkat ke istana untuk menerima instruksi dari Presiden Soekarno. Presiden menasihatkan agar Pak Dirman kembali ke rumah karena masih sakit.

Selagi menunggu keputusan pemerintah, Pak Dirman menyusun perintah untuk seluruh anggota Angkatan Perangnya. Perintah itu disiarkan juga melalui Radio Republik Indonesia Yogyakarta. Perintah itu berbunyi, “Semua Angkatan Perang menjalankan rencana yang telah ditetapkan untuk menghadapi serangan Belanda”.

Saat itu pemerintah akhirnya mengeluarkan perintah agar tetap tinggal di dalam kota dan Presiden Soekarno juga meminta agar Jenderal Soedirman tetap tinggal di dalam kota.Namun, Sudirman memberikan jawaban di luar dugaannya. Panglima Besar menjawab, “Tempat saya yang terbaik adalah di tengah-tengah anak buah dan saya akan meneruskan perjuangan gerilya dengan sekuat tenaga seluruh prajurit.”

Setelah memberikan jawaban kepada Soekarno, Pak Dirman langsung meninggalkan Yogyakarta dan memulai perjalanan gerilya yang berlangsung selama kurang lebih tujuh bulan. Selama perang gerilya, pria kelahiran 24 Januari 1916 itu menghadapi berbagai tantangan seperti sulitnya memperoleh obat-obatan.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

SINDOnews /  🏆 40. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Tanda Kanker Paru-paru Bisa Muncul di Lidah, Ini Ciri-cirinyaTanda Kanker Paru-paru Bisa Muncul di Lidah, Ini Ciri-cirinyaSalah satu jenis kanker yang umumnya menimbulkan gejala adalah kanker paru-paru, yang memberikan tanda-tanda pada kuku dan lidah.
Read more »

Waspadai Radang Paru-ParuWaspadai Radang Paru-ParuRadang paru-paru lebih rentan menjangkit balita dan anak-anak. MajalahTempo
Read more »

Dari Chechnya dan Suriah, ”Jagal” Rusia Ditugasi di UkrainaJenderal Rusia yang memimpin perang di Chechnya dan Suriah kini memimpin perang di Ukraina. Dia dijuluki Barat sebagai ”jagal” dari Rusia. Internasional AdadiKompas
Read more »

Kronologi Kecelakaan Satu Mobil TNI Rombongan KSAD Jenderal Dudung di MeraukeKronologi Kecelakaan Satu Mobil TNI Rombongan KSAD Jenderal Dudung di MeraukeKecelakaan tunggal terjadi bertepatan dengan kunjungan KSAD Jenderal Dudung yang tengah meninjau prajurit di Sota, Merauke
Read more »

Pemerintahan Baru Pakistan Hadapi Tugas Berat Kelola EkonomiPemerintahan Baru Pakistan Hadapi Tugas Berat Kelola EkonomiPemerintahan Pakistan yang baru menghadapi tugas berat untuk mengelola ekonomi yang tersendat dengan defisit besar.
Read more »



Render Time: 2025-04-06 22:20:23