Jam Perdagangan BEI Kembali Normal, Transaksi Bisa Meningkat?
- Bursa Efek Indonesia melakukan normalisasi jam perdagangan ke kondisi sebelum pandemi yang akan efektif pada Senin, 3 April 2023. Perubahan terjadi diantaranya terkait waktu perdagangan sesi I menjadi 09.00-12.00 WIB dari sebelumnya pukul 09.00-11.30 WIB. Untuk sesi II akan berubah menjadi 13.30-15.49 WIB dari sebelumnya yang berlaku saat ini pukul 13.30-14.49 WIB.
Seperti apa dampak normalisasi perdagangan BEI? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dan Equity Analyst CNBC Indonesia Research, M.Reza Ilham Taufani dan Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens dalam Closing Bell, CNBC Indonesia
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Jam Perdagangan BEI Dinormalkan KembaliNormalisasi ini membuat pasar menjadi lebih aktif lagi. Dengan bertambahnya waktu perdagangan, ini berpotensi meningkatkan volume perdagangan karena aktivitas pasar modal lebih ramai. Ekonomi AdadiKompas
Read more »
Ingat, Hari Ini Jam Perdagangan Bursa Normal Sampai Jam 16:00Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini mulai memberlakukan kembali jam perdagangan normal seperti sebelum Pandemi Covid -19, ini mekanismenya
Read more »
Jam Perdagangan Bursa Balik Normal Hari Ini, Nilai Transaksi Naik?Normalisasi jam perdagangan diyakini akan meningkatkan volume perdagangan saham harian di bursa.
Read more »
Jangan Lupa, Jam Perdagangan Bursa Balik Normal Mulai Hari IniDengan normalisasi tersebut, maka jam perdagangan pasar reguler pada Senin-Kamis sesi I akan dimulai pukul 09.00-12.00 WIB.
Read more »
IHSG Berpeluang ke 6.870 saat Jam Perdagangan Normal, Cek 3 Saham Potensi CuanIHSG hari ini diprediksi bergerak mixed dalam range 6.785 – 6.870 di tengah mulai normalnya jam perdagangan Bursa, seperti sebelum pandemi.
Read more »
Hari Pertama Jam Perdagangan Normal, IHSG Cerah!Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan perdana pekan ini, Senin (3/4/23) menguat, apa penyebabnya?
Read more »