Inggris misalnya, mengalami inflasi yang sangat tinggi hingga negeri Ratu Elizabeth tersebut kini terancam mengalami resesi. Ini berdampak ke mata uangnya.
Jakarta, CNBC Indonesia
Melawan rupiah, poundstering sepanjang tahun ini juga jeblok sekitar 5,2% di kisaran Rp 18.270/GBP, sore tadi. Bahkan pada pekan lalu, nilainya sempat menyentuh Rp 17.750/GBP, terendah dalam nyaris 2 tahun terakhir. Guna meredam kenaikan inflasi tersebut, bank sentral Inggris sudah menaikkan suku bunga sebanyak 4 kali di tahun ini, termasuk di awal bulan ini hingga menjadi 1%.
Menaikkan suku bunga memang menjadi instrumen pamungkas bank sentral untuk meredam inflasi. Tetapi semakin tinggi suku bunga, maka pertumbuhan ekonomi akan jadi korban.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Akhirnya NASA Blak-blakan Soal Matahari Terbit dari BaratPostingan berbahasa Thailand dan Inggris tersebut menyebut matahari terbit dari barat karena ada pembalikan magnet.
Read more »
Rakyat Inggris Mulai Berhemat Ketat, Harga Barang Konsumsi Melonjak Drastis - Tribunnews.comSeperempat penduduk Inggris mulai menghemat uang di tengah melonjaknya harga-harga. Ada yang membatasi belanja maksimal 40 Poundsterling.
Read more »
Sri Mulyani Klaim Inflasi RI Lebih Baik dari AS dan Inggris, Mau Bukti?Tekanan inflasi di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan negara lain seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris.
Read more »
Klasemen Liga Inggris: Liverpool-Manchester City Perebutkan Juara, Arsenal Terancam Gagal Liga ChampionsLiverpool dan Manchester City akan memperebutkan gelar juara Liga Inggris karena hanya berjarak 1 poin hingga pekan ke-37.
Read more »
Bursa AS Babak Belur, Ada Apa Nih?Bursa AS mengalami tekanan yang cukup dalam pada perdagangan saham Rabu (18/5/2022). Pelemahan ini karena dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap inflasi.
Read more »
Bursa AS Suram Banget, S&P Anjlok Paling Dalam Sejak 2020Bursa AS mengalami tekanan yang cukup dalam pada perdagangan saham Rabu (18/5/2022). Pelemahan ini karena dipicu oleh kekhawatiran investor terhadap inflasi.
Read more »