Inflasi Turkiye naik ke level tertinggi sejak 1998, mencapai 73,5 persen tahunan pada Mei 2022. Inflasi menjadi masalah Presiden Recep Tayyip Erdogan
Ankara, Beritasatu.com- Inflasi Turkiye naik ke level tertinggi sejak 1998, mencapai 73,5 persen tahunan pada Mei 2022. Seperti dilaporkan Reuters, Sabtu , data resmi inflasi menjadi masalah yang mengganggu Presiden Recep Tayyip Erdogan jelang pemilu tahun depan.
Bank sentral menolak lagi pekan lalu untuk menaikkan suku bunga utamanya, mempertahankannya pada 14 persen. Melonjaknya harga makanan dan energi mendorong inflasi lebih tinggi bulan lalu. Harga transportasi melonjak 107,6 persen pada bulan Mei sementara makanan naik 91,6 persen. Kelompok Riset Inflasi, yang terdiri dari ekonom independen Turkiye, mengatakan pada hari Jumat bahwa inflasi sebenarnya dipercepat dengan kekalahan 160,8 persen, lebih dari dua kali angka resmi.
Mata uang negara itu, sementara itu, telah kehilangan hampir 48 persen nilainya selama setahun terakhir. Runtuhnya lira telah mendorong naiknya biaya impor energi dan investor asing kini berpaling dari pasar negara berkembang yang dulu menjanjikan.