PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH) akan IPO dengan target dana IPO maksimal Rp 185,7 miliar.
Direktur Utama DOOH Doni Teguh Pribadi mengatakan optimistis dengan perkembangan industri periklanan dan perusahaan ke depan. Menurutnya dengan jumlah aset media serta skema beriklan Guaranteed Return on Ad Spend yang dimiliki dapat membantu mengoptimalkan anggaran periklanan.
Dalam prospektusnya, DOOH akan menawarkan banyak-banyaknya 1,54 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 atau sebanyak-banyaknya 20 persen dari jumlah modal disetor penuh. Waran Seri I dapat dilaksanakan menjadi saham setelah 6 bulan sejak waran diterbitkan sampai dengan 24 bulan setelah penerbitan. Adapun nilai hasil pelaksanaan Waran Seri I adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp167,13 miliar.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Era Media (DOOH) Bersiap IPO, Incar Dana Maksimal Rp185,7 MiliarPerusahaan periklanan dan konsultasi manajemen PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH) menjadi calon emiten terbaru yang akan menawarkan saham IPO.
Read more »
Video: IPO SMIL Dapat Waran, Prospek Bisnis & Sahamnya Ok GakIPO SMIL Dapat Waran, Tapi Bisnisnya Ok Ga?
Read more »
Listing Besok, Ini Rencana Penggunaan Dana IPO Multi Makmur Lemindo (PIPA)Multi Makmur Lemindo (PIPA) akan menyerap dana IPO untuk membangun pabrik baru di Komplek Industri Buditec, Jawilan, Cikande, Kabupaten Serang Barat.
Read more »
Surya Fajar Sekuritas Target Boyong 9 Perusahaan IPO Tahun IniSurya Fajar Sekuritas menerapkan strategi ‘jemput bola’ dalam menjalankan bisnis penjamin emisi efek, terutama ke luar pulau Jawa.
Read more »
Setelah IPO, Multi Makmur Lemindo (PIPA) Janjikan Dividen pada 2024Produsen pipa PT Multi Makmur Lemindo Tbk. (PIPA) akan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Senin (10/4/2023) dan berkomitmen membagikan dividen.
Read more »
MBMA Anak Usaha Merdeka Copper IPO, Harganya Kelewat Mahal?MBMA hanya memiliki ROE 2,75% dan ROA 1,90% sehingga dalam mengelola modal dan aset terhadap laba bersihnya masih kurang efisien.
Read more »