Dirut PT KAI sedang mengkaji dampak lanjutan dari keputusan pemerintah tolak opsi impor KRL bekas dari Jepang.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia sedang mengkaji dampak lanjutan seiring dengan keputusan pemerintah tolak impor KRL bekas dari Jepang.
Dia mengungkapkan, penolakan impor bekas tersebut tentunya mengandung konsekuensi baik dari sisi nilai investasi maupun subsidinya. Selain itu, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan juga menilai jumlah armada KRL yang saat ini beroperasi terbilang masih mencukupi, yakni sebanyak 1.114 unit.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Dirut PT KAI Buka Acara LRT Jabodebek Fun Cycling DayoutDirektur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo membuka acara LRT Jabodebek Fun Cycling Dayout,
Read more »
Luhut Ungkap Alasan RI Batal Impor KRL Bekas dari JepangMenko Marves Luhut Pandjaitan menyatakan Indonesia resmi batal impor KRL bekas dari Jepang. Apa alasannya?
Read more »
Pemerintah Tolak Impor KRL Bekas dari Jepang, Dengar Penjelasan Luhut Berikut - Jawa PosLuhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintah tidak akan melakukan impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang.
Read more »
Luhut Tegaskan Rencana Impor KRL Bekas dari Jepang BatalMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan rencana impor KRL bekas dari Jepang batal dilakukan. 'Tidak ada impor (KRL bekas dari Jepang),' tegasnya. Money KRL
Read more »
Ini Alasan Luhut Tolak Impor KRL Bekas JepangMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan telah memutuskan untuk tidak mendatangkan kereta rel listrik (KRL) bekas dari Jepang.
Read more »