Indeks saham sektor energi (IDXENERGY) terpantau anjlok 23,76 persen sepanjang tahun 2023. Tertekan saham PTBA, AKRA, hingga BYAN.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA — Emiten sektor energi yang tergabung dalam indeks sektoral IDXENERGY terpantau anjlok 23,76 persen sepanjang 2023 berjalan. Pelemahan indeks ini ditekan oleh sejumlah saham seperti PTBA, AKRA hingga saham orang terkaya di Indonesia, BYAN.
Di belakang AKRA terdapat saham orang terkaya di Indonesia, Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk. yang menekan sektor energi hingga 17,06 persen. Saham BYAN tercatat terkoreksi 26,19 persen sepanjang 2023 dan masih terpantau naik 182,07 dalam setahun. Saat ini saham BYAN parkir di level Rp15.500. Di sisi lain, emiten Grup Bakrie dan Salim, PT Bumi Resources Tbk. menjadi saham yang paling besar mendorong sektor energi sebesar 11,03 persen. Saham BUMI terpantau naik 1,77 persen pada akhir Juni 2023 ke Rp115.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
IDXINFRA Boncos pada Semester I/2023, Saham WSKT & WIKA Bikin BeratSaham BUMN seperti MTEL, WSKT, dan WIKA menjadi saham yang paling menekan IDXINFRA.
Read more »
10 Saham Top Losers Semester I/2023, Mayoritas di Level GocapSebanyak 4 di antara 10 saham top losers semester I/2023 merupakan saham emiten yang tergolong baru.
Read more »
Strategi Margin Trading untuk Investor Saham, Pahami RisikonyaInvestor perlu melakukan evaluasi profil risiko serta kemampuan finansial sebelum masuk dalam dunia margin.
Read more »
Banyak Saham Baru IPO Harganya Susut Nyaris Rp 1, BEI: Kami Pastikan Tetap SelektifMenurut BEI ada beberapa perusahaan yang memiliki harga saham Rp 50 rupiah tapi memiliki kinerja bagus, tetap profitable, dan bagi hasil.
Read more »
Grup Akseleran (AKSL) Siap IPO, Pasang Harga Rp100-Rp120 per SahamAkselerasi Usaha Indonesia (AKSL) yang membawahi perusahaan P2P Lending Akseleran berencana IPO dengan potensi dana hingga Rp358,61 miliar
Read more »