Presiden Jokowi akhirnya memutuskan untuk membuka kembali keran ekspor CPO dan minyak goreng.
Liputan6.com, Jakarta Belum genap sebulan larangan ekspor CPO dan produk turuannya termasuk minyak goreng berlaku. Akhirnya, Presiden Joko Widodo memutuskan membuka kembali keran ekspor komoditas ini.
Jokowi menegaskan baru akan mencabut larangan ekspor minyak goreng beserta bahan bakunya, apabila kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Kebijakan ini pun akan terus dievaluasi. Masalah serupa juga dialami para produsen. Disebutkan, saat ini kondisi industri sawit sudah kritis, sebab dari 1.118 pabrik sawit se-Indonesia paling tidak 25 persen telah stop pembelian TBS sawit petani.
Keputusan membuka kembali ekspor ini diambil usai melihat pasokan dan harga minyak goreng di pasaran saat ini. Terlihat, pasokan minyak goreng untuk kebutuhan nasional terus bertambah. Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah akan mencabut larangan ekspor bahan baku minyak goreng jika kebutuhan dalam negeri sudah tercukupi.
Dalam aturan tersebut, larangan ekspor yang dicabut untuk Crude Palm Oil , Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil , Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein , dan Used Cooking Oil . "Demikian pula menurut pantauan kami di lapangan harga minyak goreng curah berangsur turun menuju harga keterjangkauan, seiring dengan pasokan migor yang melimpah," jelas Mendag.
Program ini dalam implementasinya akan menggunakan teknologi digital dan tersinkronisasi secara nasional. Ketua Umum Apkasindo Gulat Manurung menyampaikan, petani kelapa sawit harus melalui masa-masa sulit dan berat selama kebijakan larangan ekspor CPO dan produk turunannya berlangsung. Hal ini sebabkan anjloknya harga tandan buah segar sampai 70 persen.
Oleh karena itu, Apkasindo meminta peristiwa larangan ekspor sawit tersebut sebagai intropeksi bersama untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan tata kelola industri CPO dan produk turunannya. Serta pembatasan pembelian TBS yang di lakukan oleh beberapa perusahaan di wilayah sumatera, Kalimantan dan juga Sulawesi.
Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia , menilai dibukanya kembali ekspor minyak goreng mulai Senin 23 Mei 2022 akan berdampak baik bagi pengusaha dan petani kelapa sawit. Dia menjelaskan, anggota Gapki tugasnya hanya ekspor CPO. Misalnya, pada ahun lalu ekspor CPO sangat kecil hanya 2.7 juta ton saja. Tetapi mereka juga tidak bisa langsung ekspor, mereka harus mempersiapkan pengangkutan terlebih dahulu utamanya kapal.
Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira memandang pelarangan ekspor secara total adalah kesalahan fatal pemerintah. Buktinya, harga minyak goreng di masyarakat masih terpantau tinggi. “Kehilangan penerimaan negara lebih dari Rp 6 Triliun, belum ditambah dengan tekanan pada sektor logistik -perkapalan yang berkaitan dengan aktivitas ekspor CPO,” ujarnya.
“Pengusaha yang mengacu pada harga di pasar internasional dikhawatirkan menaikkan harga minyak goreng secara signifikan khususnya minyak goreng kemasan,” katanya. "Moratorium membuat PKS menghentikan pembelian tandan buah segera yang diproduksi petani skala kecil. Kalaupun dibeli, harganya jatuh hingga lebih dari 50 persen," ujarnya.Selain menyengsarakan rakyat, kata dia, kebijakan larangan ekspor minyak goreng juga membuat petani kesulitan untuk membeli pupuk dan pestida yang harganya juga sudah melonjak tajam.
Menurut dia, pasokan minyak goreng dalam negeri terus bertambah usai kebijakan larangan ekspor pada April 2022 lalu. Pasokan minyak goreng mencapai 211.000 ton per bulannya, dimana melebihi kebutuhan nasional sebesar 194.000 ton. Dia menuturkan penambahan pasokan dan penurunan harga tersebut merupakan usaha pemerintah, BUMN dan pihak swasta. Kendati saat ini ekspor minyak sudah dibuka, Jokowi menekankan pemerintah akan tetap memantau pasokan dan harga minyak goreng.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Pedagang Pasar Sayangkan Keran Ekspor Minyak Goreng Dibuka saat Harga Belum Stabil'Kami kecewa terhadap Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan karena tidak mampu melakukan realisasi perintah dari bapak presiden Republik Indonesia,'
Read more »
Jokowi Jelaskan Alasan Buka Lagi Keran Ekspor Minyak Goreng Mulai Senin DepanPresiden Jokowi memutuskan kembali membuka keran ekspor minyak goreng mulai Senin depan. Dengan begitu, maka kebijakan larangan ekspor minyak goreng berakhir.
Read more »
Keran Ekspor CPO Dibuka, Harga Minyak Goreng Kemasan dan Curah Turun?Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut larangan ekspor CPO dan minyak goreng. Lantas apakah kebijakan itu memengaruhi harga minyak goreng curah maupun minyak goreng kemasan?
Read more »
Keran Ekspor CPO Dibuka, IHSG Akhir Pekan Dibuka MenghijauKeran Ekspor CPO Dibuka, IHSG Akhir Pekan Menguat
Read more »
Jokowi Buka Keran Ekspor Lagi, Harga CPO AmbrolHarga minyak sawit mentah anjlok di sesi pembukaan perdagangan pada hari ini. Bagaimana tren selanjutnya?
Read more »