Hadapi Rusia, warga lansia di Ukraina timur 'tidak punya pilihan selain tetap tinggal' - BBC News Indonesia

South Africa News News

Hadapi Rusia, warga lansia di Ukraina timur 'tidak punya pilihan selain tetap tinggal' - BBC News Indonesia
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 BBCIndonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 57 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 26%
  • Publisher: 50%

Sementara banyak kaum muda bisa mengungsi ke tempat yang aman dari serangan Rusia, para warga lansia suatu desa di Ukraina timur merasa tidak punya pilihan selain tinggal. 'Saya tidak akan kemana-mana.' kata Mykola (59) sambil menenteng senjata.

Akhir dari Podcast

"Sulit bagi orang tua di sini untuk pergi," katanya. "Dan barangkali beberapa dari mereka merasa sentimental - mereka punya ikatan emosional yang lebih kuat dengan tempat tinggal mereka. Mereka tidak mau mati di mana pun kecuali di rumah." "Saya tidak mampu menyewa apartemen di tempat yang lebih aman. Saya tidak bisa menyangkal bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi di sini, tetapi saya tidak punya pilihan lain," katanya.

Sambungan telepon ke saudara perempuannya putus dua minggu yang lalu, kata Horislavets. Tetapi hubungan itu sudah memburuk sebelum itu, ketika adik perempuannya mulai mengatakan bahwa dia pikir berita tentang serangan Rusia terhadap Ukraina itu palsu.Valeriy Duhelnyy, kepala desa, duduk di monumen untuk penyair Ukraina Taras Shevchenko.

Sejauh ini, suasana di Serhiivka damai. Penduduk yang tersisa berharap akan tetap seperti itu, meskipun mereka mempersiapkan sebaik-baiknya untuk keadaan terburuk. Mereka telah melihat kehancuran Kharkiv di utara dan Mariupol di selatan, dan pertempuran yang alot tidak jauh dari rumah mereka di Donetsk.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

BBCIndonesia /  🏆 42. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

UPDATE Perang Ukraina Vs Rusia: Terkepung di Mariupol, Pasukan Ukraina Pantang Menyerah | Kabar24 - Bisnis.comUPDATE Perang Ukraina Vs Rusia: Terkepung di Mariupol, Pasukan Ukraina Pantang Menyerah | Kabar24 - Bisnis.comPasukan Ukraina yang terkepung di Mariupol menolak ultimatum Rusia untuk menyerah dan terus melakukan perlawanan di kota pelabuhan tenggara tersebut.
Read more »

Kesaksian para pendeta Gereja Ortodoks Rusia di Ukraina yang memberontak melawan Moskow - BBC News IndonesiaKesaksian para pendeta Gereja Ortodoks Rusia di Ukraina yang memberontak melawan Moskow - BBC News IndonesiaSikap Gereja Ortodoks Rusia terhadap perang di Ukraina menyebabkan sejumlah pendeta dan jemaat memutus hubungan dengan Patriark Cyril di Moskow selaku pemimpin gereja tersebut.
Read more »

Perang Ukraina masuki 'fase kedua', Rusia berusaha kuasai Donbas - BBC News IndonesiaPerang Ukraina masuki 'fase kedua', Rusia berusaha kuasai Donbas - BBC News IndonesiaRusia kini mengintensifkan serangannya ke Donbas, Ukraina bagian timur. Gubernur Luhansk - bagian dari kawasan Donbas - mengatakan situasinya sudah bagai 'neraka' dengan terjadinya pertempuran 'konstan' di beberapa kota.
Read more »

Serangan Rusia di Ukraina Timur: 8 Warga Sipil TewasSerangan Rusia di Ukraina Timur: 8 Warga Sipil TewasRusia melancarkan serangan ke Ukraina timur, yakni wilayah Donetsk dan Lugansk. Akibatnya, 8 warga sipil tewas.
Read more »

Invasi Rusia ke Ukraina Ubah Kehidupan Warga dan Kota Tempat Mereka Melarikan DiriInvasi Rusia ke Ukraina Ubah Kehidupan Warga dan Kota Tempat Mereka Melarikan DiriInvasi Rusia ke Ukraina berdampak luas kepada banyak warga Ukraina dan kota-kota tempat mereka melarikan diri.
Read more »

Moskow: Ukraina Siapkan Serangan Roket terhadap Warga Sipil untuk Salahkan Rusia | merdeka.comMoskow: Ukraina Siapkan Serangan Roket terhadap Warga Sipil untuk Salahkan Rusia | merdeka.comMoskow mengutip informasi dari intelijen untuk menyebut target, metode, dan bahkan asal serangan yang akan datang itu. Menurut Rusia, serangan itu nanti sama polanya dengan kejadian di stasiun kereta di Kramatorsk.
Read more »



Render Time: 2025-04-05 16:30:59