Eri Cahyadi Beri Penjelasan Soal Sekolah Kebangsaan, Bukan Untuk Anak Nakal Saja EriCahyadi
jatim.jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan sekolah kebangsaan yang digagas Pemkot Surabaya bukan hanya untuk remaja yang terjaring razia cipta kondisi atau remaja yang nakal saja.
“Setiap anak harus memiliki ideologi Pancasila, kalau sudah cinta bangsanya, mereka akan mengerti Pancasila. Kalau sudah mengerti Pancasila maka akan mengerti guyub rukun, dan gotong royong, serta tolong menolong,” kata Eri, Jumat . “Jadi, bukan hanya karena onok sing tukaran , kemudian masuk sekolah kebangsaan, itu tidak benar,” ujarnya.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Belum Semua Jalan Prima, Ini Jurus Wali Kota Eri CahyadiDinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya menjelaskan, ada dua cara yang dilakukan menjaga jalan tetap prima dengan overlay dan tambal sulam
Read more »
Dihujat hingga Drop, Sallsa Bintan Beri Penjelasan Soal Masalah Rambut BotakSallsa Bintan mengaku sebenarnya rambutnya botak. Ia cuma memakai wig saat tampil. Gegara hal itu ia kena hujat hingga drop.
Read more »
Kericuhan di Mimika: Diduga Aniaya Warga hingga Tewas, Polisi Beri PenjelasanSejumlah warga Mimika memblokade jalan dan menyerang dua orang anggota polisi usai mendapat kabar salah satu warga tewas dianiaya polisi.
Read more »
Ribuan Pegawai Kemenkeu Belum Lapor Kekayaan, Stafsus Sri Mulyani Beri PenjelasanStafsus Menkeu, Yustinus Prastowo angkat bicara soal adanya sebanyak 13 ribu pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang tercatat belum melaporkan harta kekayaan....
Read more »
3 Tokoh Muda Paling Dipilih di Pilgub Jatim 2024 Versi ARCIEmil, Eri, dan Fauzi menjadi tokoh muda paling dipilih di Pilgub Jatim 2024 versi survei ARCI.
Read more »
Sempat Minta DJP Dibubarkan, Begini Penjelasan Stafsus Sri Mulyani'Bagi saya itu fakta yang kontekstual, pada waktu itu. Saya pernah di DJP lalu menjadi pengamat pajak. Itu ekspresi kekecewaan dan keputusasaan.'
Read more »