Menurunnya elektabilitas Prabowo Subianto dalam beberapa survei terkini dinilai lantaran keputusannya bergabung dengan pemerintahan Jokowi.
Bawono lantas menjelaskan, langkah Prabowo bergabung dengan pemerintah belum tentu mendorong elektabilitasnya naik.
Dia menduga, publik yang merasa tidak puas dengan kinerja pemerintah, tidak akan memilih Prabowo pada pemilu presiden 2024. "Konsekuensi dari hal itu juga adalah kelompok publik merasa tidak puas terhadap pemerintahan saat ini pun tidak akan lagi menjadikan Prabowo Subianto sebagai preferensi pilihan politik mereka," ujarnya.
Bawono memaparkan, berdasarkan survei Indikator Politik Indonesia sepanjang tahun 2022, nama Prabowo selalu masuk dalam tiga besar bakal calon presiden dengan elektabilitas dua digit. Ia bersanding dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.