Indonesia untuk pertama kalinya mengekspor pupuk yang terbuat dari kotoran kelelawar atau ”bat guano” dengan tujuan Australia. Volume ekspor pupuk tersebut meningkat berkali lipat. Nusantara AdadiKompas
Petugas Karantina Pertanian Surabaya memeriksa pupuk guano berbahan kotoran kelelawar. Ekspor pupuk ini meningkat selama 2022.
SIDOARJO, KOMPAS — Kementerian Pertanian untuk pertama kalinya memberikan fasilitas berupa sertifikasi ekspor pupuk yang terbuat dari kotoran kelelawar ataudengan tujuan Australia. Volume dan nilai ekspor pupuk tersebut meningkat berkali lipat tahun ini dan terjadi penambahan jumlah negara tujuan. Karantina Pertanian Surabaya, Rabu , menyatakan, sebanyak 129,76 ton pupuk guano dalam kondisi aman dan tidak berpotensi mengandung bahan berbahaya. Pupuk dengan nilai Rp 838 juta itu dinyatakan layak diekspor ke Australia. Eksportasi dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.