Dua jenderal Rusia bernama Sergei Surovikin dan Valery Gerasimov menghilang dari pandangan publik setelah pemberontakan Wagner Group.
, Wagner Group yang dipimpin oleh Yevgeny Prigozhin tersebut memberontak dengan menargetkan pemimpin militer Rusia.
Gerasimov yang merupakan komandan perang Rusia di Ukraina itu juga tidak pernah disebutkan lagi dalam siaran pers Kementerian Pertahanan sejak 9 Juni 2023. Jenderal Sergei Surovikin yang dijuluki sebagai “Jenderal Armagedon” juga hilang dari pandangan pers Rusia. Menurut intelijen AS, Surovikin mengetahui lebih awal tentang pemberontakan Wagner Group dan pihak Rusia saat ini sedang memeriksanya.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Ini 3 Tokoh Kunci dalam Kudeta Wagner Group di RusiaIni 3 sosok penting dalam kasus kudeta yang dilakukan Wagner Group pada Moskow, yang membuat Presiden Rusia Vladimir Putin murka karena merasa dikhianati.
Read more »
Sergei Surovikin, Jenderal Rusia yang Diduga Terlibat Pemberontakan Wagner Ditangkap - Tribunnews.comJenderal Rusia Sergei Surovikin dilaporkan ditangkap otoritas Rusia, diduga terlibat dalam pemberontakan Wagner.
Read more »
Sekutu Putin Gagalkan Kudeta Wagner, Beberkan KronologinyaAlexander Lukashenko membeberkan proses bagaimana pasukan paramiliter Wagner Group membatalkan pemberontakannya di Rusia.
Read more »
Pemimpion Oposisi Rusia Salahkan Vladimir Putin atas Pemberontakan WagnerPemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny menyebut Vladimir Putin bersalah atas pemberontakan Wagner Group.
Read more »
Di Mana Grup Wagner Pernah Beroperasi?Kelompok tentara bayaran Grup Wagner menggemparkan Rusia dalam sebuah ketegangan militer yang berlangsung tak sampai 24 jam pada Sabtu, 24 Juni 2023. Para pasukan Wagner berhasil merebut Rostov, sebuah kota di Rusia selatan nyaris tanpa perlawanan. Pasukan itu lantas bergerak menuju ibu kota Moskow sebelum akhirnya pemimpin mereka, Yevgeny Prigozhin, memerintahkan pasukannya untuk berhenti. Kemudian, Prigozhin mengasingkan diri ke Belarus. Sebelumnya, Grup Wagner merebut perhatian usai kiprahnya dalam invasi Rusia ke Ukraina. Kelompok tersebut dilibatkan dalam upaya memenangkan pertarungan di Bakhmut. Mereka bahkan menawarkan para narapidana penjara Rusia sebagai pasukan mereka untuk ikut bertempur di Bakhmut dengan tawaran kebebasan. Namun, kiprah Grup Wagner sudah terendus jauh sebelum invasi Rusia ke Ukraina tahun lalu. Kehadiran Wagner di suatu negara tidak terlepas dari upaya Rusia menyebarkan pengaruhnya. Bellingcat menyebut pasukan ini telah terlibat dalam aneksasi Krimea serta membantu tentara separatis Republik Rakyat Luhansk (LPR) pada 2014. Kemudian, pasukan Wagner turut terlibat dalam Perang Sipil Suriah dengan menjadi bagian dari pasukan pendukung rezim Bashar Al-Assad. Laporan organisasi Soufan Center juga menyebut bahwa kelompok ini juga telah beroperasi di negara-negara Afrika seperti Libya, Afrika Tengah, Sudan, dan Mali. Selain itu, mereka juga dikirim ke Venezuela untuk mendukung pemerintahan Nicolas Maduro.
Read more »