Dipermalukan Brentford, Arsenal Tak Buru-buru Belanja Pemain Anyar Sindonews BukanBeritaBiasa .
LONDON - Pelatih Arsenal , Mikel Arteta memilih untuk fokus mengevaluasi skuadnya usai kalah dari Brentford di laga pembuka Liga Inggris 2021-2022 pada Sabtu dini hari WIB. Ia tak kepikiran untuk melakukan perombakan pemain lebih banyak lagi.
"Yah, kami sangat kecewa memulai seperti yang kami lakukan musim ini. Kami memiliki harapan yang sangat tinggi dan kami tidak mendapatkan hasil yang kami inginkan atau performa yang kami inginkan," ucap Arteta di laman resmi Arsenal. Dalam laga tersebut pun sebenarnya Arsenal belum dihadiri oleh dua penyerang andalannya, Pierre-Emerick Aubameyang dan Lacazette. Kedua pemain ini harus absen lantaran mendadak mengalami sakit jelang pertandingan.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Dapatkan Link Live Streaming Liga Inggris Brentford vs Arsenal, 14 Agustus Dini Hari WIBSimak perkiraan pemain, rekor pertemuan, dan link live streaming Liga Inggris Brentford vs Arsenal.
Read more »
Kejutan, Arsenal Keok di Tangan Klub Promosi Liga InggrisArsenal dibuat tak berkutik oleh tim promosi, Brentford, pada laga pembuka Premier League. Arsenal
Read more »
Klopp: Jangan Bandingkan Transfer Liverpool dengan Para RivalJuergen Klopp mengakui Liverpool tak bisa dibandingkan dengan para rival dalam hal belanja pemain. Ia menyebut klub-klub rival bak tak punya batasan.
Read more »
Minta Gunung Botak Dilegalkan, Aliansi Mahasiswa Buru Seruduk Kantor Gubernur Maluku - Tribun AmbonPendemo menuntut Gubernur Murad Ismail melegalkan aktivitas penambangan di Gunung Botak, Pulau Buru sesuai janjinya.
Read more »
Brentford Vs Arsenal, Mikel Arteta Kehilangan 3 Pemain IniLiga Inggris musim 2021-2022 akan dimulai dengan laga Brentford vs Arsenal.
Read more »
Jangan Buru-buru Terapkan Normal Baru Era VaksinasiPemerintah diharapkan tidak terburu-buru menerapkan normal baru di era vaksinasi. Pasalnya, angka positivity rate Indonesia masih tinggi dan jumlah penduduk yang sudah divaksin masih rendah. Ekonomi AdadiKompas
Read more »