Wabah kontaminasi bakteri Pseudomonas aeruginosa dapat membutakan mata pasien.
besutan Delsam Pharma. Global Pharma Healthcare Private Limited, perusahaan yang memproduksinya, telah setuju untuk menarik kembali produkGlobal Pharma Healthcare Private Limited adalah pabrikan yang sama di balik produk air mata buatan EzriCare dan Delsam Pharma yang sudah ditarik kembali awal tahun ini. FDA telah menyalahkan perusahaan atas berbagai pelanggaran.
Setidaknya 16 pasien telah dirawat di rumah sakit karena infeksi bakteri. Lima orang buta permanen dan satu orang menjalani operasi pengangkatan bola mata. Seorang pasien meninggal di negara bagian Washington setelah infeksi menyebar ke aliran darahnya.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Inilah Penyebab dan Gejala Wabah Virus MarburgInfeksi manusia dengan penyakit virus Marburg awalnya diakibatkan oleh kontak yang terlalu lama dengan tambang atau gua yang dihuni oleh koloni kelelawar Rousettus.
Read more »
Wabah Campak dan Potensi Generasi yang HilangHingga pertengahan Februari 2023, wabah campak di Indonesia, termasuk di beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur, belum teratasi.
Read more »
KKB Diduga Membunuh Penjual Makanan di Papua PegununganSeorang penjual makanan dibunuh di Deikai, ibu kota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kelompok kriminal bersenjata menyatakan terlibat dalam aksi ini. Nusantara AdadiKompas
Read more »
Kecurangan Diduga Bikin Minyakita Langka, Pengamat: Kontrol Harus KetatStok minyak goreng kemasan sederhana Minyakita tengah jadi perhatian masyarakat karena pasokan yang terbatas dan harga yang diatas HET Rp 14.000. Sejumlah dugaan kecurangan pun muncul yang disebut-sebut menjadi penyebab langkanya Minyakita.
Read more »
Mengapa HTI Gelar Safari Hanan Attaki di Jatim? Ini AlasannyaSepanjang Juli 2022, acara yang menghadirkan ustaz Hanan Attaki yang diduga diduga diotaki HTI tujuh kali dibubarkan, kebanyakan di Jawa Timur.
Read more »