JEO - Tan Malaka adalah pemimpin besar Indonesia yang tak pernah mengecap kenikmatan kemerdekaan republik. Bahkan, ia mesti menderita karena dibunuh saudara sebangsanya sendiri.
Di sana, ia menyentuh berbagai ranah pemikiran politik, sosial dan filsafat melalui literatur dan diskusi aktif dengan mahasiswa mancanegara. Salah satu pemikiran yang menarik hati Tan, yakni pemikiran kritis Karl Marx.
Ia bertemu sejumlah tokoh pergerakan, antara lain HOS Tjokroaminoto hingga Agus Salim. Ia juga berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia , meski pada waktu setelahnya, ia justru banyak berselisih dengan tokoh PKI. Atas karyanya yang visioner itu, tak heran bila Moh Yamin menjuluki Tan sebagai Bapak Republik Indonesia.
“Tak sampai lima menit lamanya, maka pemeriksaan perkara saya sudah selesai. Dengan demikian, saya menghemat tenaga dan waktu Kanjeng Residen Hindia-Belanda salah satu hukuman terberat selain hukuman mati. Yaitu meninggalkan tempat kelahiran, masyarakat, pekerjaan, dan para teman yang dicintai, dan mengembara tak berketentuan di negeri asing,” tulis Tan dalam ‘Dari Penjara ke Penjara’.
Tan baru pulang ke Tanah Air setelah Belanda ditekuk oleh balatentara Jepang. Saat keadaan dirasa aman, tepatnya pada tahun 1942, ia menyeberang dari Malaysia ke Sumatera menuju Jawa.Suasana saat pembacaan teks proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia di rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta pada 17 Agustus 1945, sehari setelah peristiwa Rengasdengklok.
Nahas, baru empat tahun mengecap masa kemerdekaan, Tan Malaka yang selama setahun terakhir mendirikan Partai Murba harus tewas di tangan saudara sebangsanya sendiri.Pada lintasan waktu 1946 hingga 1949, pergolakan politik terjadi di Republik Indonesia yang usianya bahkan belum genap lima tahun. Atas alasan itu, sejumlah tokoh Persatuan Perjuangan, termasuk Tan, ditangkap dan ditahan tanpa proses pengadilan pada Maret.
“Banyak orang mengidentikkan Tan dengan PKI, enggak benar juga. Karena justru dia seringkali berhadap-hadapan dengan PKI. Pada pemberontakan 1926-1927 , Tan adalah salah satu pimpinan PKI yang menolak melakukan pemberontakan itu,” ujar Anhar saat berbincang dengan Kompas.com, Minggu . Tan kemudian berupaya mengumpulkan pendukungnya di tanah Jawa dan mendirikan Partai Murba pada 7 November 1948. Tetapi, Tan memilih tidak menjabat ketua partai tersebut.
Dalam serangan ini, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap dan diasingkan ke Pulau Bangka. Ahli Waris Tan Malaka, Hengky Novaron Arsil Datuk Tan Malaka mengatakan, setelah Soekarno-Hatta ditawan dalam agresi militer kedua Belanda, Tan di sela-sela gerilyanya menghantam Belanda hendak memperkenalkan diri ke publik sebagai penerus perjuangan.
Petinggi militer di Jawa Timur menilai, Tan telah menyerukan bahwa penahanan Soekarno-Hatta telah menciptakan kekosongan kepemimpinan. Mereka juga menyebut, Tan telah mempropagandakan bahwa elite militer enggan bergerilya menghadapi Belanda. "Dia ditembak atas perintah Letnan Dua Soekotjo dari Batalyon Sikatan bagian Divisi Brawijaya, yang terakhir berpangkat brigadir jenderal dan pernah menjadi Wali Kota Surabaya. Data tersebut diperoleh dari kesaksian pelbagai pihak, seperti rekan gerilya Tan Malaka, anggota Batalyon Sikatan, keterangan warga desa dan tokoh- tokoh angkatan 1945," kata Poeze yang memulai riset Tan Malaka sejak tahun 1980 dengan menemui banyak tokoh nasional.
"Apalagi ketika itu memang tentara Republik berhadapan dengan Persatuan Perjuangannya Tan Malaka juga. Jadi dalam pikirannya Sungkono, Tan itu pimpinan oposisi. Jadi begitu ketemu, ya tembak saja," lanjut dia. Jasad yang ditemukan, secara antropologi forensik, sesuai dengan ciri fisik Tan. Yaitu seorang laki-laki, ras Mongoloid, tinggi badan 163-165 sentimeter, terdapat tanda patah tulang tidak jelas, posisinya miring menghadap ke barat dengan kedua lengan bawah tersilang ke belakang.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Detik-detik Akhir Menjelang Kiamat, Ini Orang Terakhir Hidup di BumiBerikut ini penjelasan mengenai detik-detik akhir dunia menjelang kiamat.
Read more »
Tangis Aljazair Gagal ke Piala Dunia 2022 di Detik-detik TerakhirHanya dalam hitungan menit Aljazair mengalami bagaimana rasanya dibanting dari atas awan ke bumi. Tiket Piala Dunia 2022 sirna detik-detik terakhir.
Read more »
Perubahan Lokasi Demo 11 April di Detik-detik TerakhirMuncul kejutan di detik-detik akhir menjelang demo 11 April. BEM SI mengubah lokasi demo awalnya di dekat Istana Negara, digeser ke depan Gedung MPR/DPR.
Read more »
NasDem Sebut Surya Paloh Tidak Akan Deklarasi Koalisi di Detik TerakhirNasDem Sebut Surya Paloh Tidak Akan Deklarasi Koalisi di Detik Terakhir: Willy Aditya mengatakan, Ketua Umumnya Surya Paloh tidak akan mengumumkan koalisi di detik-detik terakhir.
Read more »