Nasib tragis dialami oleh sejumlah anak-anak di Afghanistan ketika mereka harus dibius oleh orang tua ketika kelaparan dan sebagian harus dijual.
Sejumlah warga Afghanistan terpaksa memberikan obat bius kepada anak-anak mereka yang kelaparan supaya tertidur.Di musim dingin kedua sejak Taliban mengambil alih kekuasaan dan terjadi pembekuan dana bantuan dari luar negeri, jutaan orang di Afghanistan tinggal selangkah lagi menuju kelaparan."Anak-anak kami terus menangis, dan mereka tidak mau tidur. Kami tidak punya makanan," ujar Abdul Wahab.
"Jadi kami ke apotek, membeli obat, dan memberikannya ke anak-anak supaya mereka mengantuk," tutur dia.Dia menghuni sebuah permukiman yang dipenuhi ribuan rumah dari lumpur dan telah berdiri selama beberapa dekade.Abdul adalah salah satu dari banyak pria yang berkumpul di sekitar
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Kognitif Anak Prematur tak Kalah dengan Anak Lahir Cukup Bulan |Republika OnlineOrang tua yang anaknya lahir prematur tidak perlu khawatir.
Read more »
Tawa Bahagia Anak-anak Korban Gempa Cianjur saat Mendapatkan Bantuan Susu dari Partai PerindoTawa bahagia anak-anak korban gempa Cianjur saat menerima bantuan susu dari Partai Perindo. Tidak hanya susu, Partai Perindo juga memberikan puluhan karung beras...
Read more »
Sekitar 40 Persen Kasus Kolera di Haiti Terjadi pada Anak-Anak |Republika OnlineHaiti menghadapi ancaman malnutrisi, kolera, dan kekerasan bersenjata.
Read more »