Daya Magis Rempah Maluku, dari Black Death sampai Covid-19

South Africa News News

Daya Magis Rempah Maluku, dari Black Death sampai Covid-19
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 hariankompas
  • ⏱ Reading Time:
  • 88 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 39%
  • Publisher: 70%

Rempah asal Maluku diyakini membantu menyelamatkan nyawa manusia sejak era wabah Maut Hitam di abad pertengahan. Saat Pandemi Covid-19 ini, apakah kasiatnya masih dirasakan? Nusantara AdadiKompas

dilakukan warga Seram Bagian Timur, Maluku, pada Maret 2020.

Uap panas yang menyembul dari dandang diredam tikar membuat suhu di dalam bilik selebar setengah rentangan tangan orang dewasa itu hampir 40 derajat celsius. Belum setengah menit, dari kulit Sidik berluncuran keringat. Lebih dari sepuluh menit, pakaiannya basah, seperti habis diguyur air. Ia bertahan hingga lima menit.

Pala yang dimaksudkan Readal berasal dari Kepulauan Banda, Maluku. Cara pemakaian pala saat ini adalah bubuk pala dikalungkan pada leher untuk mencegah kutu pembawa bakteri pemicu wabah Black Death menggerogoti tubuh. Sejumlah literatur pun mengonfirmasi begitu kuatnya daya magis pala kala pandemi Black Death.

Spanyol berlayar melewati Samudra Pasifik sedangkan Portugis bergerak dengan kapal melalui Tanjung Harapan di selatan Afrika. Portugis lebih dahulu mencapai Nusantara ditandai dengan penalukan jalur perdagangan paling ramai kala itu, yakni Selat Malaka oleh pasukan Portugis di bawah pimpinan Alfonso de Albuquerque pada 1511.

Run, yang dulu sebagai penghasil pala, mengalami kemunduran. Saat didatangi pada 2017, sekitar 2.000 jiwa warga yang mendiami pulau itu hanya mengandalkan hujan untuk kebutuhan air bersih. Run menjadi daerah miskin di Maluku. Sementara Manhattan menjadi kota yang hiruk-pikuk dengan kemajuan.Harga rempah yang dulu menyaingi harga emas kini terpuruk. Di Ambon, harga per kilogram pala tidak lebih dari Rp 60.000 dan cengkah lebih mahal Rp 10.000. Pada saat pandemi Covid-19, harga cenderung turun.

”Sekarang sudah berjalan, tetapi terhenti akibat pandemi. Biasanya wisatawan diajak ke tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah dan juga diajak ke kebun untuk melihat pengolahan pala mulai dari pembenihan sampai setelah dipanen,” kata Rusadi Adjiz, warga Banda.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

hariankompas /  🏆 8. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

UPDATE 12 Agustus: Bertambah 123 Kasus Covid-19 dan 837 Pasien Sembuh di TangselUPDATE 12 Agustus: Bertambah 123 Kasus Covid-19 dan 837 Pasien Sembuh di TangselTotal kasus Covid-19 di Tangsel sampai saat ini berjumlah 28.701 kasus.
Read more »

Positif Corona di RI 11 Agustus Tambah 30.625, Sembuh 39.931Positif Corona di RI 11 Agustus Tambah 30.625, Sembuh 39.931Dilaporkan juga, hari ini ada 39.931 orang di Indonesia yang sembuh dari COVID-19.
Read more »

289 Balita di Bangka Positif Covid-19 |Republika Online289 Balita di Bangka Positif Covid-19 |Republika OnlineOrang tua yang positif Covid-19 disarankan menjauh sementara dari bayi dan balitanya.
Read more »



Render Time: 2025-04-06 19:18:20