Jumlah penderita insomnia di Indonesia diperkirakan mencapai 28 juta orang.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Prevalensi insomnia di Indonesia tercatat mencapai angka 28 juta orang atau 10 persen dari jumlah populasi. Angka ini masih tertinggi di Asia. Kini, sebuah studi baru menunjukkan bahwa insomnia dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau CVD.
Baca Juga Para peserta mengisi kuesioner tentang tingkat energi, kemampuan mereka untuk tertidur dan tetap tertidur. Sementara data tentang faktor risiko lain untuk kesehatan jantung dikumpulkan dari catatan medis mereka. Semua peserta dilacak selama rata-rata lebih dari empat tahun, untuk melihat jika/kapan major adverse cardiovascular event terjadi, seperti stroke, gagal jantung, atau kematian kardiovaskular.
“Ini berarti 16 persen dari MACE yang berulang mungkin bisa dihindari jika tidak ada peserta yang mengalami insomnia. Namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah pengobatan insomnia akan membantu pasien jantung,” kata mahasiswa kedokteran dan penulis utama studi Lars Frojd, seperti dilansir dari The Indian Express, Senin .
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Jumlah Perpustakaan Jatim yang Sudah Terakreditasi Terbanyak Se-IndonesiaPerpustakaan Nasional (Perpusnas) mencatat, jumlah perpustakaan di Jawa Timur (Jatim) yang sudah terakreditasi sebanyak 1.896 perpustakaan. Disusul Yogyakarta 1.054...
Read more »
Jumlah Pemudik di Pelabuhan Jangkar Mulai MelonjakPenumpang kapal Ferry Tujuan Kangean di Pelabuhan Jangkar sudah mulai meningkat. Untuk hari Kamis (14/4/2022) saja, tercatat 200 orang. Mereka adalah pemudik da
Read more »
Harapan Penyelenggara untuk Jumlah Peserta Bersepeda TokyoPenyelenggara berharap ada 3.000 peserta ikut ambil bagian dalam kegiatan bersepeda melintasi Rainbow Bridge.
Read more »
Belum Ada Lonjakan Jumlah Penumpang Mudik di Terminal Kampung Rambutan |Republika OnlineDiperkirakan H-7 lebaran akan jadi puncak mudik di terminal ini.
Read more »
Belum ada lonjakan jumlah penumpang di Terminal Kampung RambutanPengelola Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, mencatat belum adanya lonjakan penumpang arus mudik hingga minggu kedua pada Ramadhan 1443 Hijriah ...
Read more »
Peningkatan Jumlah Penumpang Kereta Api di Yogyakarta Dirediksi Terjadi Mulai 27 AprilPT KAI Daop 6 Yogyakarta memprediksi kenaikan jumlah penumpang kereta api akan terjadi mulai 27 April medatang. Sementara itu, puncak arus mudik Lebaran akan terjadi pada 29 April dan 3 Mei 2022.
Read more »