Cerita milisi di Lembah Panjshir - 'Pasukan Soviet dan Taliban tak dapat kalahkan kami' - BBC News Indonesia

South Africa News News

Cerita milisi di Lembah Panjshir - 'Pasukan Soviet dan Taliban tak dapat kalahkan kami' - BBC News Indonesia
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 BBCIndonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 35 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 17%
  • Publisher: 50%

Lembah Panjshir di Afghanistan merupakan benteng melawan pasukan Uni Soviet pada dekade 1980-an dan pertahanan melawan Taliban pada tahun 1990-an. Ketika Taliban kembali berkuasa, mampukah para milisi di lembah itu bertahan?

Massoud menyebut pasukannya mendapat dukungan militer dari anggota tentara Afghanistan dan pasukan khusus.

Putra seorang jenderal tentara Afghanistan, Ahmad Shah Massoud lahir di lembah itu. Potretnya masih dapat ditemukan di banyak tempat di seluruh Provinsi Panjshir dan di Kabul - dari monumen hingga papan reklame dan jendela toko. "Dia memiliki karisma dan secara aktif terlibat dengan media Barat. Dia juga salah satu pemimpin perlawanan utama yang bersedia berunding dengan Soviet, yang membuatnya begitu penting."Sejumlah potret Ahmad Shah Massoud di Lembah Panjshir. Foto diabadikan tahun 2009.

Dulu dia kerap bersembunyi di bawah batu dan menembak pasukan Soviet, tapi dia tidak pernah dapat ditangkap. Situasi itu disebut membuat tentara Soviet "gila".

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

BBCIndonesia /  🏆 42. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines



Render Time: 2025-04-04 23:56:22