Cegah stigmatisasi atas suatu negara, WHO gunakan nama-nama baru untuk varian Covid-19 - BBC News Indonesia

South Africa News News

Cegah stigmatisasi atas suatu negara, WHO gunakan nama-nama baru untuk varian Covid-19 - BBC News Indonesia
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 BBCIndonesia
  • ⏱ Reading Time:
  • 80 sec. here
  • 3 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 35%
  • Publisher: 50%

Sistem penamaan baru ini disebut WHO bakal permudah masyarakat membicarakan turunan virus corona yang terus bermunculan.

Awal Mei lalu, pemerintah India mengkritik penamaan varian B.1.617.2 sebagai "varian India" karena pertama kali terdeteksi di negara itu Oktober lalu.

Nama yang akan dilabelkan ke setiap varian Covid-19 akan mengacu pada variant of concern dan variant of interest . "Sehingga dalam wacana publik, kita bisa membahas beberapa varian tersebut dalam bahasa yang lebih mudah digunakan," kata Van Kerkhove. Sabtu pekan lalu Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long, mengatakan virus itu dapat menyebar dengan cepat melalui udara. Dia menyebut varian ini "sangat berbahaya".Pemerintah kini berencana untuk menguji seluruh penduduk Kota Ho Chi Minh yang berjumlah 13 juta orang.

Dengan tingkat pengujian 100.000 tes setiap hari, pemerintah memperkirakan upaya ini bakal rampung lebih dari empat bulan. Secara keseluruhan, Vietnam mencatat lebih dari 7.000 kasus Covid-19 dan 47 kematian . Namun, setengah dari seluruh kasus muncul akibat lonjakan penularan baru-baru ini.Menteri Kesehatan Vietnam, Nguyen Thanh Long, merujuk mutasi terbaru ini sebagai varian yang "sangat berbahaya".Vietnam telah mendeteksi sebuah varian baru Covid yang mampu menyebar dengan cepat di udara. Varian ini tampaknya merupakan kombinasi varian Inggris dan India, sebut para pejabat setempat.

Berdasarkan hasil penelitian, sejumlah vaksin seperti Pfizer dan AstraZeneca, sangat efektif melawan varian India setelah pemakaian dua dosis. Namun, perlindungan dari satu dosis terlihat berkurang. Vietnam mengalami lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Tercatat lebih dari 6.700 kasus virus corona telah bermunculan sejak awal pandemi. Dari jumlah itu, lebih dari setengahnya muncul sejak akhir April 2021.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

BBCIndonesia /  🏆 42. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

PM Singapura: Pembatasan Sosial untuk Cegah Perebakan Baru Terbukti BerhasilPM Singapura: Pembatasan Sosial untuk Cegah Perebakan Baru Terbukti BerhasilPerdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong hari Senin (31/5) mengatakan pembatasan sosial guna mencegah perebakan virus corona terbukti berhasil. Walhasil, larangan makan di luar rumah dan pembatasan ketat pada pertemuan sosial akan dilonggarkan setelah 13 Juni. “Kecuali terjadi perebakan dalam...
Read more »

5 Tips Cegah Keriput di Usia Muda5 Tips Cegah Keriput di Usia MudaSemakin dini mencegah penuaan, semakin baik hasil yang didapatkan. Anda bisa mulai melakukan rutinitas sederhana untuk mencegah keriput di usia muda.
Read more »

Kim Jong-un Musnahkan Kucing dan Merpati demi Cegah CoronaKim Jong-un Musnahkan Kucing dan Merpati demi Cegah CoronaPemimpin Korut Kim Jong-un memerintahkan pemusnahan kucing dan burung merpati terutama di wilayah perbatasan karena diyakini menularkan virus corona.
Read more »

Cegah Kekosongan Pencalonan Pilkada, KPU Usul Pemilu 2024 Jadi 21 FebruariCegah Kekosongan Pencalonan Pilkada, KPU Usul Pemilu 2024 Jadi 21 FebruariKetua KPU RI Ilham Saputra menyatakan komisi telah mengusulkan ke pemerintah dan DPR RI agar Pemilu 2024 digelar lebih cepat dari 21 April, yakni menjadi 21 Februari. TempoNasional
Read more »



Render Time: 2025-04-04 23:56:05