Di sela kunjungan kerjanya di Kecamatan Muncar, Ipuk melakukan sidak di Di SDN 2 Tembokrejo, untuk memastikan pembelajaran berlangsung dengan protokol kesehatan yang ketat di tengah meningkatnya kasus covid 19 di Banyuwangi.
Liputan6.com, Banyuwangi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka.
Ipuk menjelaskan bahwa di Banyuwangi saat ini terdapat 999 kasus aktif covid 19. Dengan kondisi semacam ini, Ipuk mengimbau semua sekolah agar jauh lebih berhati-hati dan terus memantau kondisi guru serta muridnya. Kepala Sekolah SDN 2 Tembokrejo, Imam Sultani menjelaskan pihak sekolah telah menerapkan pembelajaran terbatas. Siswa kelas 1-4 pembelajaran di sekolah hari Kamis s/d Sabtu, sementara kelas 5-6 hari Senin hingga Rabu. Pembelajaran pun dibagi menjadi dua, 50 persen siswa masuk pukul 07.00 – 09.00 dan separuh berikutnya di pukul 09.00-11.00.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
KPPAD Bali minta warga sekolah tak abai prokes saat PTM 100 persenKomisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Bali meminta warga sekolah, dari guru hingga siswa tidak abai terhadap protokol kesehatan saat ...
Read more »
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Epson Indonesia Bagikan Printer dan ProyektorEpson Indonesia memberikan bantuan printer dan proyektor kepada sekolah-sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Maluku.
Read more »
Dinas Pendidikan DKI Pastikan Seluruh Sekolah Kembali Gelar PTM 100 Persen, Maksimal 6 JamImbas dari kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron di DKI Jakarta, kegiatan sekolah pun kembali dilaksanakan secara daring. Namun kini kasus COVID-19 di Ibu Kota sudah melandai.
Read more »
Keroyokan Tangani StuntingBupati Ipuk Fiestiandani terus mewujudkan komitmen menurunkan kasus stunting di kabupaten the Sunrise of Java. Sebagai salah satu prioritas kerja pemkab, penang
Read more »
Pencabulan 14 Siswi SD di Belitung Timur, Pelaku Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara | merdeka.comKemen PPPA berharap orang tua korban dan sekolah dapat mendukung untuk mengungkap kasus ini agar korban anak terlindungi dan mendapatkan pemulihan dari trauma psikis yang dialami akibat tindak pencabulan tersebut.
Read more »