Kita perlu bekerja sama memberikan anak-anak pendidikan yang bergizi selama pandemi.
REPUBLIKA.CO.ID, Pemerintah mengizinkan sekolah-sekolah di wilayah PPKM Level 1-3 menggelar Pembelajaran Tatap Muka dengan sejumlah syarat, salah satunya jumlah siswa dan guru yang sudah divaksin sudah minimal 80 persen. Namun, PTM kali ini seperti memakan buah simalakama, di makan bapak mati, tidak dimakan ibu yang mati.
Selama ini sebelum pandemi Covid-19 terjadi, kualitas pendidikan dan SDM di Indonesia jalan ditempat dinilai karena rendahnya kualitas guru. Namun, setelah Pembelajaran Jarak Jauh yang berbasis online diberlakukan, ternyata sistem pendidikanlah yang selama ini membelenggu guru Indonesia selama puluhan tahun. Seperti kita tahu pola pengembangan profesionalisme guru selama ini berorientasi kepada pemenuhan administrasi, sehingga penilaiannya lebih bersifat karikatif, atau tidak nyata.
Belum lagi kendala internet. Selain belajar menghabisakan kuota internet yang tidak sedikit, terkadang kendala jaringan menjadi masalah baru. Mungkin untuk pelajaran anak tingkat sekolah dasar masih bisa teratasi oleh orang tua. Namun untuk jenjang SMP dan SMA belajar daring kurang efektif karena harus ada penjelasan dari guru mata pelajaran. Apalagi jika mata pelajaran yang harus mendapatkan penjelasan dari guru seperti Matematika atau IPA , matilah orang tua murid yang kurang paham.
Situasi itu bisa terjadi karena kemungkinan besar para guru memahami home learning adalah memberikan tugas dan mengumpulkannya secara online. Alhasil siswa dan orang tua mengeluh. Namun faktanya anak-anak mendapatkan banyak tugas yang harus dikerjakan di rumah. Karena semua guru bidang studi memberikan tugas yang butuh dikerjakan lebih dari satu jam. Imbasnya tugas makin menumpuk dan anak-anak jadi kelelahan.
Para guru juga disarankan memberikan tugas tidak melulu dalam bentuk soal tetapi bisa penugasan yang menyenangkan. Misalnya membaca novel tertentu atau buku cerita apa saja selama tiga hari, kemudian menuliskan resumenya. Model penugasan seperti itu dapat mengasah rasa ingin tahu anak-anak untuk mencari jawabannya. Guru, menurut Retno, harus kreatif dalam memberikan penugasan.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Gelar Buah Nusantara, Pemprov DKI Jakarta Kampanyekan Makan Buah LokalDalam gelar buah Nusantara yang diadakan oleh Dinas KPKP itu, Pemprov DKI Jakarta berusaha mendorong konsumsi buah lokal.
Read more »
Anak Buah Juliari Minta Maaf ke Masyarakat, Mengaku Hanya Jalankan Perintah Pungut ”Fee” BansosAdi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, anak buah bekas Mensos Juliari Batubara, meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas kasus korupsi bansos Covid-19. Mereka mengaku hanya menjalankan perintah Juliari. Polhuk AdadiKompas dianvictory
Read more »
Belanja Sayur dan Buah dari Rumah, Inspirasi Bangkit Penyintas Covid-19Pengalaman terkena Covid-19 memicu semangat tiga pemuda di Kota Magelang, Jawa Tengah, bangkit berusaha dan membantu sesama. Mereka membuka layanan belanja daring sayuran dan bahan pangan, termasuk bagi pasien isoman. Nusantara AdadiKompas
Read more »
Fakta Lain Pohon Pisang Raksasa Musa ingens: Buah dan BelgiaSekalipun besar, buah dari pohon pisang jenis ini tak disukai masyarakat setempat. Tim peneliti dari Belgia mengkoleksinya. Untuk apa?
Read more »
VIDEO: Pelesir ke Desa Buah Persik di TibetBermodal kebun buah persik yang luas, Desa Gala di Kota Nyingchi, Tibet berhasil menarik banyak wisatawan. Kebun buah persik ini berawal dari inisiatif warga yang ingin memulihkan ekologi sehingga memberikan banyak keuntungan bagi warga. CNNIndonesia
Read more »