Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI Sunarso menyatakan bahwa perseroan tidak akan lagi menyalurkan kredit ke sektor industri ekstraktif.
Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI Sunarso menyatakan bahwa perseroan tidak akan lagi menyalurkan kredit ke sektor energi fosil , termasuk ke pertambangan batu bara dan minyak bumi. Portofolio kredit perseroan ke sektor energi fosil, terutama batu bara, yang saat ini hanya 0,03% dari keseluruhan kredit BRI, dipastikan tidak akan bertambah.
“Saya jawab tidak ikut, cukup 0,03% itu. Biar saja diurus yang memang bidangnya di situ, yang punya keahlian di situ, bidang keahlian untuk meng-assessment risikonya, termasuk untuk memutuskan kapan harus berhenti. Komitmen kami sekarang adalah tetap kepada UMKM,” tegas Sunarso saat membagikan pengalamannya secara daring, Rabu , terkait keikutsertaannya pada kegiatan World Economic Forum 2022 di Davos, Swiss.
Penegasan Sunarso itu disampaikan saat ditanya tentang kemungkinan BRI terlibat dalam pembiayaan energi fosil yang belakangan dicoba untuk didorong kembali menyusul terjadinya krisis energi global akibat pandemi dan perang Rusia-Ukraina. Dorongan untuk mengerek produksi energi fosil ini bahkan didengungkan oleh negara-negara maju seperti Jerman yang selama ini mengampanyekan ESG dan energi hijau .“Jawabannya mungkin begini, kita memang ingin hidup 1.000 tahun, untuk bisa hidup 1.
Jadi, menurut dia, tuntutan untuk menaikkan produksi energi fosil adalah sebagai obat pahit yang harus ditelan supaya hari ini bisa hidup dan merancang kehidupan baru yang lebih sehat, tidak bergantung pada energi fosil. “Dan pertanyaanya, kalau begitu, untuk memproduksi obat, berupa batu bara, minyak, dan lain-lain tahun ini, BRI mau ikut memproduksi nggak? Saya jawab tidak ikut, cukup 0,03% itu,” kata Sunarso.
Ia menyatakan, dalam rangka menjalankan komitmennya terhadap prinsip ESG, emiten di Bursa Efek Indonesia berkode BBRI ini akan fokus pada pemberdayaan masyarakat bawah melalui pembiayaan usaha menengah, kecil, dan mikro . “Jadi yang S-nya itu, social. Environment-nya saya pikir kita mulai menuntut saja kepada yang besar-besar, ‘Ayo dong mulai ditata’,” ucap dia.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Hadiri Forum Ekonomi Dunia, Dirut BRI Tegaskan Komitmen Dorong Inklusi Keuangan & Penerapan ESGKegiatan World Economic Forum (WEF) tahun 2022 yang diselenggarakan di Davos, Swiss kali ini mengusung tema “Working Together, Restoring Trust”. WEF 2022 diselenggarakan sejak hari Minggu, tanggal 22 - 26 Mei 2022.
Read more »
Hadiri WEF 2022, Dirut BRI Tegaskan Komitmen Dorong Inklusi Keuangan & ESGTopik yang menjadi bahasan utama dalam WEF 2022 di antaranya adalah globalisasi, digitalisasi, implementasi ESG Global, serta inklusi keuangan.
Read more »
Hadiri Forum Ekonomi Dunia, Dirut BRI Tegaskan Komitmen Dorong Inklusi Keuangan & Penerapan ESGKegiatan World Economic Forum (WEF) tahun 2022 yang diselenggarakan di Davos, Swiss mengusung tema “Working Together, Restoring Trust”. WEF 2022 diselenggarakan sejak hari Minggu, tanggal 22 - 26 Mei 2022.
Read more »
Wujudkan Bumi Layak Huni, BRI Berkomitmen Tingkatkan Dukungan ke Green Sector | merdeka.comDirektur Digital & IT BRI Arga M. Nugraha menyampaikan BRI sebagai salah satu bank terbesar senantiasa mendorong pembiayaan pada green sector. Per Maret 2022, BRI telah menyalurkan Rp71,5 triliun atau setara 7,5% dari total penyaluran kredit.
Read more »
BRI Dukung Target NZE Lewat Pembiayaan Green SectorPer Maret 2022, BRI telah menyalurkan pembiayaan green sector Rp71,5 triliun atau setara 7,5% dari total penyaluran kredit.
Read more »
Satpam BRI Berhasil Upaya Perampokan dengan Ancaman BomSatpam PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berhasil menggagalkan upaya perampokan dengan ancaman bom rakitan.
Read more »