Bos kelompok tentara bayaran Wagner Rusia, Yevgeny Prigozhin menegaskan bahwa tujuan pemberontakan bukan untuk menggulingkan Putin.
Bagikan Facebook Twitter WhatsApp Linkedin Telegram Tautan Tersalin A- A+ Bisnis.com, JAKARTA - Bos kelompok tentara bayaran Wagner Rusia, Yevgeny Prigozhin menegaskan bahwa tujuan pemberontakan bukan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin, melainkan untuk menyelamatkan pasukannya.Melansir CNA, dia mengatakan bahwa tidak pernah bermaksud untuk menggulingkan pemerintah, sementara Putin berterima kasih kepada para pejuang Wagner yang mundur.
Dia berterima kasih kepada komandan tentara bayaran dan tentara yang menghindari pertumpahan darah, serta mengatakan dia akan menghormati janjinya untuk mengizinkan pasukan Wagner pindah ke Belarusia, jika mereka mau, menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia atau kembali ke keluarga mereka.Dia tidak menyebut Prigozhin.
"Kami pergi sebagai demonstrasi protes, bukan untuk menggulingkan pemerintah negara," kata Prigozhin dalam pesan audio berdurasi 11 menit.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Dituduh Bohong ke Putin soal Ukraina, Komandan Militer Rusia Desak Hal Ini ke Bos WagnerBos Grub Wagner tuduh Militer Rusia bohongi Putin soal kondisi Ukraina. Komandan Militer Rusia desak untuk tak untungkan Ukraina
Read more »
Bos Wagner Yevgeny Prigozhin Bisa Dihabisi di Belarusia, Putin Benci PengkhianatBos Wagner, Yevgeny Prigozhin akhirnya “dibuang” ke Belarusia setelah sempat berupaya kudeta Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Read more »
Presiden Serbia Puji Putin Berhasil Hentikan Aksi Pemberontak WagnerPresiden Serbia Aleksandar Vucic memuji Presiden Rusia Vladimir Putin karena berhasil mengatasi pemberontakan Wagner di Rusia.
Read more »
Bos Grup Wagner Buka Suara Soal Alasan Batal Memberontak ke RusiaGrup Wagner membatalkan pemberontakan dari Rusia. Prigozhin memutuskan menarik pasukannya yang sedang konvoi ke Rusia.
Read more »