Boris Johnson dan Pejabat Tinggi Inggris Lainnya Dilarang Masuk Rusia

South Africa News News

Boris Johnson dan Pejabat Tinggi Inggris Lainnya Dilarang Masuk Rusia
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 Beritasatu
  • ⏱ Reading Time:
  • 59 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 27%
  • Publisher: 59%

Rusia telah melarang Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan beberapa pejabat tinggi lainnya masuk negaranya.

Moskwa, Beritasatu.com - Rusia telah melarang Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan beberapa pejabat tinggi lainnya masuk negaranya, setelah London memberlakukan sanksi terhadap Moskwa atas operasi militernya di Ukraina.

“Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas informasi tak terkendali dan kampanye politik London yang bertujuan mengisolasi Rusia secara internasional, menciptakan kondisi untuk membatasi negara kami dan mencekik ekonomi domestik,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan, Sabtu . Pihak kementerian menuduh pemerintah Inggris melakukan “tindakan bermusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya”, khususnya mengacu pada sanksi terhadap pejabat senior Rusia.“Kepemimpinan Inggris sengaja memperburuk situasi di sekitar Ukraina, memompa rezim Kyiv dengan senjata mematikan dan mengoordinasikan upaya serupa atas nama NATO,” kata kementerian itu.

Daftar hitam masuk Rusia termasuk Wakil Perdana Menteri Inggris Dominic Raab, Menteri Luar Negeri Liz Truss, Menteri Pertahanan Ben Wallace, mantan PM Theresa May dan menteri pertama Skotlandia, Nicola Sturgeon. Inggris telah menjadi bagian dari upaya internasional untuk menghukum Rusia dengan pembekuan aset, larangan bepergian, dan sanksi ekonomi sejak Presiden Vladimir Putin memindahkan pasukan ke Ukraina pada 24 Februari lalu.TAG: Invasi Rusia Daftar Hitam Dilarang Masuk Rusia Boris Johnson

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

Beritasatu /  🏆 26. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines



Render Time: 2025-04-04 02:22:56