Menteri Pertanian menyebut daging sapi yang terkena PMK aman dikonsumsi, namun ada bagian tertentu yang harus dihindari. Apa saja?
- Menjelang datangnya hari raya Idul Kurban, wabah penyakit justru menyerang hewan ternak seperti sapi.Foot and Mouth DiseaseKementerian Pertanian telah mengonfirmasi wabah itu merebak di sejumlah wilayah di Indonesia, misalnya di sejumlah kabupaten di Aceh dan Jawa Timur.
Dalam sebuah kesempatan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut daging dari sapi yang terinfeksi PMK masih bisa dikonsumsi.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Menteri Pertanian Cek Kondisi Sapi Terjangkit PMK di BoyolaliSyahrul Yasin Limpo memastikan kondisi terkini hewan ternak sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku milik peternak setempat itu mulai pulih dan membaik dalam waktu kurang dari satu pekan
Read more »
Soal Penyakit Mulut & Kaki Ternak, Menteri Pertanian: Daging Sapi Terinfeksi PMK Aman DikonsumsiDi tempat ini, setidaknya ada 10 sapi yang terjangkit penyakit kuku dan mulut sejak awal Mei lalu.
Read more »
Pemkab Tapsel tingkatkan kewaspadaan dini PMK pada ternakPemerintah KabupatenTapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, mulai meningkatkan kewaspadaan dan deteksi dini wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ...
Read more »
Gara-Gara Temuan Kasus PMK di Pulau Jawa, Kotawaringin Barat Krisis Daging SapiAdanya sapi yang terjangkit PMK di sejumlah daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, berdampak terhadap kenaikan harga yang cukup tinggi di pasar-pasar tradisional
Read more »
Mataram Masih Nihil Virus PMK, Distan Tunggu VaksinasiSeluruh ternak di Kota Mataram dinyatakan masih nihil virus PMK, Distan menunggu program vaksinasi virusPMK
Read more »
Antisipasi Penyebaran PMK, Malang Tutup Pasar HewanMenutup sementara pasar hewan menjadi salah satu cara yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Malang untuk mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku. Nusantara AdadiKompas
Read more »