Masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, bisa tercatat dalam DPT jika memiliki kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el/e-KTP) sebagai rujukan saat pemutakhiran data pemilih.
Masih banyak penyandang disabilitas di Kabupaten Sukoharjo tak bisa menyalurkan hak pilih dalam pemilu lantaran beragam penyebab. Dampaknya, tingkat partisipasi peyandang disabilitas pada pemilihan kepala daerah 2020 minim, yakni kurang dari 50 persen.Hal itu terungkap saat Badan Pengawas Pemilu Sukoharjo menggelar kegiatan sosialisasi penguatan pemahaman kepemiluan terhadap kelompok disabilitas di Hotel Sarila Sukoharjo, Rabu .
Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, mengatakan negara harus melindungi hak pilih setiap warga yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih dalam pemilu seperti diatur dalam UU No 8/2016 tentang Penyandang Disabilitas dan UU No 7/2017 tentang Pemilu.Dalam konstitusi mengenai hak politik, tidak ada satu pun ketentuan yang bersifat diskriminatif. “Masih ada permasalahan khususnya hak pilih para penyandang disabilitas. Mereka juga memiliki hak pilih yang wajib dilindungi.
Ketua Paguyuban Difabel Sehati Sukoharjo, Edy Supriyanto, tak memungkiri masih banyak penyandang disabilitas yang belum menyalurkan hak pilihnya dalam pemilu. Selain keterbatasan fisik, sebagian penyandang disabilitas belum memiliki KTP-el. Otomatis mereka tak tercatat dalam DPT pemilu. Pada pemilu 2020, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu belum mencapai separuh atau sekitar 49 persen.
Edy juga menyoroti sinkronisasi data penyandang disabilitas yang dinilai lemah. “Jumlah penyandang disabilitas dari Dinas Sosial Sukoharjo sebanyak 5.700 orang. Data di KPU Sukoharjo berbeda. Begitu pula data di Bawaslu Sukoharjo juga berbeda. Ke depan, harus ada sinkronisasi data penyandang disabilitas antarlembaga agar data pemilih lebih valid dan akurat,” kata dia.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Kisah Amiluddin Asal Bulukumba, Meninggal Saat Buat E-KTP karena Terdesak Urus BPJS, Datang Sudah SempoyonganAmiluddin, warga Bulukumba, Sulawesi Selatan, meninggal saat melakukan perekaman e-KTP di Kantor Disdukcapil Bulukumba.
Read more »
Tak Punya BPJS, Pasien Rawat Inap Meninggal di Kantor Disdukcapil Bulukumba saat Urus KTPAmiludin pun terpaksa ke Kantor Disdukcapil Bulukumba untuk membuat KTP sebelum mengurus BPJS meski dia tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Read more »
Penjelasan Kepala Disdukcapil soal Warga Bulukumba Meninggal Usai Urus e-KTP | merdeka.comSeorang warga Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba bernama Amiluddin kesakitan dan akhirnya meninggal dunia di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Usai mengurus e-KTP.
Read more »
Punya Lamborghini dan Porsche tapi Pekerjaan Doni Salmanan di KTP Buruh Harian LepasDoni Salmanan memiliki aset bernilai fantastis dan telah disita oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Namun ironisnya, kolom pekerjaan di KTP tertulis...
Read more »