Bakar Jaringan Saraf Dekat Ginjal Bisa Obati Tekanan Darah Tinggi TempoTekno
TEMPO.CO, Jakarta - Membakar atau menghancurkan jaringan saraf yang ada di sekitar ginjal bisa secara permanen menurunkan tekanan darah bagi mereka, penderita tekanan darah tinggi yang merasa tak mendapatkan manfaat dari obat-obatan. Selama puluhan tahun, jaringan saraf di ginjal telah diketahui mengatur tekanan darah.
Tiga tahun berjalan dari penelitian itu, tekanan darah sistolik dan diastolik partisipan dengan renal denervation terukur, masing-masing, 10 dan 5,9 mmHg lebih rendah daripada partisipan di kelompok kedua. Hampir seluruh partisipan tetap meminum obat-obatan penurun tekanan darah sepanjang studi berjalan. Hasil selengkapnya dilaporkan di Jurnal The Lancet edisi terbaru.Bagaimana renal denervation bekerja menurunkan tekanan darah belum dipahami dengan jelas.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Hongaria Terima Pengiriman Pertama Bahan Bakar Nuklir dari Rusia“Pecahnya perang di Ukraina membuat pengiriman dengan kereta api tidak mungkin dilakukan, kata Menteri Luar Negeri Hongaria, Peter Szijjarto, Kamis (7.4.2022)....
Read more »
Kapolda Papua: KKB bakar rumah warga di IlagaKapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri mengakui kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi pembakaran rumah warga di sekitar Ilaga, Kabupaten ...
Read more »
Hentikan Bakar Fosil, Hindari Krisis Iklim dan KesehatanPembakaran energi fosil menjadi sumber emisi gas rumah kaca utama dan polusi udara yang membahayakan. Untuk atasi krisis iklim dan krisis kesehatan, penggunaan energi fosil harus dihentikan. Iptek AdadiKompas aik_arif
Read more »
Bocah 8 Tahun di Bojonggede Luka Bakar Disiksa Ayah TiriTubuhnya mengalami luka bakar akibat siksaan yang dilakukan oleh ayah tirinya.
Read more »
Kembali Tebar Teror, KKB Papua Bakar Rumah Warga di Kabupaten PuncakKelompok kriminal bersenjata kembali menebar teror dengan mambakar rumah warga di Kabupaten Puncak, Papua.
Read more »