Badri 313 yang menjadi pasukan khusus bentukan Taliban, telah digembleng jaringan Haqqani yang terkenal kejam.
Badri 313 juga dianggap mendapat manfaat dari pelatihan dari jaringan Haqqani, kelompok milisi paling kejam dan paling ditakuti di Afghanistan. Jaringan Haqqani bertanggung jawab atas beberapa serangan bunuh diri terhadap sasaran sipil.
Dalam satu pesan media sosial, pasukan Badri 313 bahkan mengejek para tentara Amerika Serikat . Mereka menciptakan kembali momen gambar terkenal tentara Amerika yang mengangkat bendera AS di pulau Iwo Jima pada tahun 1945. Para tokoh Taliban berseragam pun terlihat mengibarkan bendera hitam-putih mereka.Sebagian besar personel Badri 313 berbasis di Afghanistan timur dengan pangkalan yang diduga melintasi perbatasan di barat laut Pakistan.
“Ada kemungkinan besar Pakistan telah memberikan setidaknya sisa pelatihan untuk unit tersebut,” kata Henman dari Janes, yang mengkhususkan diri dalam terorisme dan pemberontakan.Gilles Dorronsoro, seorang ahli Afghanistan di Universitas Sorbonne di Paris, mengatakan munculnya komando baru Taliban adalah bagian dari tren yang lebih besar.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Badri 313, Pasukan Khusus Klaim Taliban Mirip Tentara ASTaliban memamerkan pasukan yang diklaim sebagai unit elite mereka di media sosial, Badri 313.
Read more »
Badri 313, Pasukan Khusus Taliban Pamer Eksis di MedsosTaliban telah memamerkan eksistensi 'pasukan khusus' bentukan sendiri di media sosial yang sangat kontras dengan citra pemberontak Afghanistan yang biasa.
Read more »
Badri 313, Pasukan Khusus Klaim Taliban Mirip Tentara ASTaliban memamerkan pasukan yang diklaim sebagai unit elite mereka di media sosial, Badri 313.
Read more »
Badri 313, Pasukan Khusus Taliban Pamer Eksis di MedsosTaliban telah memamerkan eksistensi 'pasukan khusus' bentukan sendiri di media sosial yang sangat kontras dengan citra pemberontak Afghanistan yang biasa.
Read more »