Rupiah dibuka di angka 14.435 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada perdagangan awal pekan ini. Rupiah menguat seiring pelaku pasar yang masih optimistis terhadap pemulihan ekonomi global.
Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra mengatakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan kasus COVID-19 dan tapering telah menekan aset berisiko dan mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar mata uang lainnya pekan lalu. Indeks saham Asia pagi ini bergerak positif pada pembukaan perdagangan. Sementara nilai tukar regional juga terlihat menguat terhadap dolar AS.
Sementara itu, jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 24.276 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 3,55 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 306.760 kasus.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Awal Perdagangan, Rupiah dan Mata Uang Asia MenguatTransaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.415-Rp 14.435 per dolar AS.
Read more »
Terpopuler Bisnis: Anggota Koperasi Rugi Triliunan Rupiah, Kisah Petani PorangBerita terpopuler ekonomi dan bisnis dimulai dari anggota Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama atau KSPSB meminta bantuan pemerintah TempoBisnis
Read more »
Kenaikan Minat Atas Aset Berisiko Angkat Rupiah ke Rp14.416Nilai tukar rupiah menguat 0,25 persen ke level Rp14.416 per dolar AS pada Senin (23/8) pagi akibat terangkat minat pasar atas aset berisiko.
Read more »
Fakta-fakta Progres Rumah DP 0 Rupiah AniesProgram pembangunan rumah DP nol rupiah masih berlangsung. Berikut fakta-faktanya terkait progres hingga pencapaian targetnya:
Read more »