Rusia Taklukan Slavutych, Kota Pekerja PLTN Chernobyl
-Rusia telah mengerahkan pasukannya ke Slavutych dan dikatakan berhasil menaklukan kota tersebut. Penaklukan itu datang setelah mereka mengatakan fase pertama operasi militernya sudah hampir selesai. Di sisi Ukraina, mereka mengatakan Slavutych bisa menjadi Mariupol kedua.
Dikutip dari Channel News Asia, Pavlyuk mengatakan, kota itu telah digempur oleh serangan Rusia selama berminggu-minggu. Meskipun begitu, pertempuran sengit telah dilaporkan di sejumlah tempat, terutama Slavutych pada Sabtu oleh pihak Ukraina. Ini menunjukkan konflik ternyata tidak mereda.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Efek Serangan Rusia ke Ukraina, AS dan Eropa Kurangi Ketergantungan Gas dari Rusia | Kabar24 - Bisnis.comRusia adalah pemasok LNG terbesar di dunia, menyumbang sekitar 45 persen dari impor UE pada 2021.
Read more »
UPDATE Perang Rusia Vs Ukraina: Uni Eropa Serukan Rusia Setop Kejahatan Perang | Kabar24 - Bisnis.comUni Eropa mengatakan invasi ke Ukraina \'sangat melanggar hukum internasional\', dan menyerukan Rusia untuk mengakhiri kejahatan perang.
Read more »
Sebulan Serangan Rusia ke Ukraina, Zelensky Klaim Lebih dari 16.000 Tentara Rusia TewasPresiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan lebih dari 16.000 tentara Rusia tewas sejak serangan dimulai pada 24 Februari 2022.
Read more »
Rusia targetkan wilayah timur Ukraina, sebut fase pertama 'operasi militer' telah usai - BBC News IndonesiaMoskow berkata fase pertama dari perang di Ukraina “telah sebagian besar tercapai” dan akan fokus “membebaskan” wilayah Donbas di timur. Apakah ini perubahan strategi - atau pengakuan bahwa invasi tak berjalan sesuai rencana awal?
Read more »
Menlu Lavrov: Negara Barat Telah Nyatakan Perang Total pada RusiaTindakan yang telah diambil negara-negara Barat dalam menanggapi invasi Rusia ke Ukraina sebagai 'perang hibrida yang nyata'.
Read more »
Didesak untuk dikeluarkan dari G20, Rusia: 'Tak ada hal mengerikan yang akan terjadi' - BBC News IndonesiaPresiden AS Joe Biden mengatakan Rusia harus dikeluarkan dari kelompok ekonomi 20 negara (G20) karena invasinya ke Ukraina, namun juru bicara Kremlin mengatakan dunia bukan hanya Amerika Serikat dan Eropa.
Read more »