Arab Saudi relatif terlambat untuk beralih dari bahan bakar fosil demi energi bersih.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan minyak nasional Arab Saudi, Saudi Aramco, bergabung dengan kelompok yang dipimpin ACWA Power untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya senilai hampir 1 miliar dolar AS. Hal ini merupakan upaya memperluas pasokan energi terbarukan yang dilakukan negara pengekspor minyak terbesar di dunia tersebut.
Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan pabrik Sudair pada April dan akan menjadi yang terbesar di negara itu ketika mulai beroperasi. Kata Abdulaziz, Saudi Aramco ingin membelanjakan proyek energi terbarukan bersama investor berdaulat, Dana Investasi Publik, karena ekonomi global berusaha untuk beralih ke energi yang lebih hijau.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Arab Saudi Masih Kaji Vaksin Sinovac dan Sinopharm untuk Syarat Haji dan Umrah“Untuk vaksin Sinovac dan Sinopharm yang digunakan sejumlah negara, Kementerian Kesehatan Arab Saudi masih melakukan kajian. Dalam waktu dekat, akan dirilis hasilnya secara resmi,” terang Endang Jumali
Read more »
Jurnalis Arab Saudi yang Anjurkan Berdamai dengan Israel Dibebaskan dari PenjaraJurnalis Abdul Hameed Ghabin juga tercatat sebagai orang pertama Arab Saudi yang menulis kolom opini di surat kabar Israel. Abdul Hameed Ghabin, jurnalis Arab Saudi,...
Read more »
Arab Saudi Evakuasi Seluruh Diplomatnya dari Afghanistan |Republika OnlineTaliban mengaku tidak ingin hidup dalam isolasi.
Read more »
Arab Saudi Evakuasi Seluruh Diplomatnya dari Afghanistan |Republika OnlineTaliban mengaku tidak ingin hidup dalam isolasi.
Read more »