Fenomena takut ketinggalan membeli saham membayangi fenomena penawaran saham dari usaha rintisan seperti Bukalapak dan GoTo. Sebuah gejala baru dari geliat investasi? Riset AdadiKompas KompasData
Direktur GoTo Kevin Aluwi, Presiden Grup GoTo Patrick Chao, Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo, dan Komisaris GoTo William Tanuwijaya saat seremoni resmi menjadi perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia, Senin .
Seturut dengan klasifikasi BEI, perusahaan ini sama-sama bergerak di sektor perangkat lunak dan jasa teknologi informasi. Keduanya pun dikenal luas oleh publik sebagai penyedia berbagai platform dan produk dalam ekosistem digital. Faktor promosi dan menghangatnya iklim berinvestasi saat pandemi menyumbang peran dalam larisnya emiten ini. Meski demikian, sejumlah kalangan menyebut derasnya arus untuk membeli saham BUKA juga didorong oleh rasa. Dengan kehadiran GOTO di ruang bursa, apakah gejala yang sama juga akan muncul?Iklim investasi bagi investor ritel atau individu menghangat di tahun pandemi. Pada 2021, jumlah investor domestik di pasar modal mencapai 7,5 juta.
Sayangnya, nuansa kontraproduktif justru tampak dari animo masyarakat dalam berinvestasi. Gelombang perhatian masyarakat pada IPO Bukalapak dibarengi dengan kekecewaan karena merasa dirugikan secara finansial.Sejumlah masyarakat yang menjadi investor BUKA menunjukkan sikap kecewa saat harga saham mengalami penurunan beberapa hari sejak IPO. Kekecewaan ini disampaikan di media sosial, laman e-dagang, hingga kolom komentar Bukalapak di aplikasi Playstore.
Bukalapak sendiri pada perdagangan perdananya melepas 25,8 miliar lembar saham atau setara 25 persen kepemilikan saham. Dengan harga penawaran Rp 850 per lembar, kapitalisasi pasar Bukalapak setara dengan Rp 87,6 triliun.Pada penutupan perdagangan hari itu, harga saham tercatat di titik Rp 1.060 per lembar atau menguat 24,7 persen dari harga penawaran. Pada debutnya sebagai perusahaan terbuka, valuasi Bukalapak melambung hingga Rp 109,2 triliun.
Kini, menggiurkannya status decacron GoTo di ambang pertanyaan. Respons publik pada IPO perusahaan teknologi ini akan turut andil dalam penguatan ataupun pelemahan harga saham.GoTo sendiri melepas 40,6 miliar lembar saham atau setara 3,4 persen dari total kepemilikan dengan harga Rp 338 per lembar. Kapitalisasi pasar dari total saham GoTo setara dengan Rp 400,3 triliun.
South Africa Latest News, South Africa Headlines
Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.
Masih Banyak Lho Investasi yang Nggak Bodong (1)Cek di sini penjelasan soal investasi bodong dan yang tidak.
Read more »
DJ Una Sempat Kaget Namanya Ikut Terseret dalam Kasus DNA ProDJ Una tidak pernah menyangka namanya ikut terseret dalam kasus dugaan penipuan berkedok investasi DNA Pro. DJ Una tidak pernah menyangka namanya ikut terseret...
Read more »
DEN: Elemen Masyarakat Harus Cegah Penyalahgunaan BBM BersubsidiSemua elemen masyarakat harus ikut mencegah agar tidak terjadi penyalahgunaan BBM bersubsidi, khususnya solar.
Read more »
Netizen Diimbau Tidak Sebar Video Pemukulan Ade Armando, Kenapa?Kementerian Kominfo mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan video yang mengandung kekerasan yang terjadi pada Ade Armando. Kenapa?
Read more »
Pesan Ade Armando Usai Dikeroyok Massa: Jangan Takut Sampaikan Aspirasi! | Kabar24 - Bisnis.comAde Armando berpesan agar masyarakat tidak takut untuk mengungkapkan aspirasinya.
Read more »