20 WNI Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Myanmar, DPR: Segera Tindaklanjuti

South Africa News News

20 WNI Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang di Myanmar, DPR: Segera Tindaklanjuti
South Africa Latest News,South Africa Headlines
  • 📰 Beritasatu
  • ⏱ Reading Time:
  • 54 sec. here
  • 2 min. at publisher
  • 📊 Quality Score:
  • News: 25%
  • Publisher: 59%

Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah dan aparat kepolisian segera menelusuri kebenaran 20 WNI menjadi korban perdagangan orang di Myanmar. - Halaman 1

"Informasi ini harus segera ditindaklanjuti. Jangan sampai mereka diperbudak, apalagi mereka menyatakan disekap dan disiksa. Itu sudah merampas kemerdekaan seseorang. Menjadi tugas Negara untuk melindungi warganya di manapun mereka berada,” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu .Dalam informasi yang viral di media sosial, sekumpulan orang WNI mengaku terjebak di Myanmar. Video yang beredar di media sosial diduga milik salah satu korban.dan saat ini tengah disekap.

“Saya meminta Kemenlu dibantu Polri segera menelusuri informasi mengenai 20 WNI yang diduga menjadi korban penipuan lowongan kerja di luar negeri,” tandas Puan. Menurut Puan, Pemerintah Indonesia bisa memanfaatkan hubungan diplomatik dengan Myanmar dalam mengusut informasi mengenai kasus ini. Puan mengingatkan, keselamatan WNI yang berada di luar negeri harus menjadi prioritas.

“Dengan hubungan diplomatik, kita berharap keberadaan para WNI yang diduga diperlakukan tidak selayaknya bisa cepat ditemukan,” imbuh perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.Selain itu, kata Puan Pemerintah juga harus mengakomodasi kepulangan para WNI yang terjebak di Myanmar apabila informasi itu terbukti benar. Pemerintah harus bisa menjamin keselamatan semua WNI yang diduga disekap tersebut.

“Bila informasi itu valid dan keberadaan para WNI sudah diketahui, Pemerintah harus mengakomodasi kepulangan mereka dengan bekerja sama dengan penegak hukum, termasuk instansi terkait di negara tempat WNI tersebut berada,” ungkap mantan Menko PMK itu.

We have summarized this news so that you can read it quickly. If you are interested in the news, you can read the full text here. Read more:

Beritasatu /  🏆 26. in İD

South Africa Latest News, South Africa Headlines

Similar News:You can also read news stories similar to this one that we have collected from other news sources.

Panglima Akui Ada Potensi Ancaman Saat Evakuasi WNI di Sudan |Republika OnlinePanglima Akui Ada Potensi Ancaman Saat Evakuasi WNI di Sudan |Republika OnlineDari 897 WNI yang dievakuasi pemerintah ke Indonesia, 385 WNI telah tiba di Indonesia
Read more »

Komnas HAM Minta Kemenlu Evakuasi WNI Korban TPPO di MyanmarKomnas HAM Minta Kemenlu Evakuasi WNI Korban TPPO di MyanmarKomnas HAM mendesak agar Kemenlu mengevakuasi WNI yang jadi korban TPPO di Myanmar.
Read more »

Komisi I DPR RI Apresiasi Evakuasi WNI di Sudan Setara AS-InggrisKomisi I DPR RI Apresiasi Evakuasi WNI di Sudan Setara AS-InggrisGerak cepat evakuasi ratusan WNI dilakukan ketika terjadi gencatan senjata 72 jam.
Read more »

Ketua DPR Ingatkan Keselamatan WNI Harus Jadi Prioritas Evakuasi di SudanKetua DPR Ingatkan Keselamatan WNI Harus Jadi Prioritas Evakuasi di SudanPuan juga meminta Kemenlu selalu menyiagakan tenaga medis demi memastikan kesehatan WNI yang telah berhasil dievakuasi.
Read more »

Polri Selidiki Dugaan TPPO Imbas 20 WNI Disekap di MyanmarPolri Selidiki Dugaan TPPO Imbas 20 WNI Disekap di MyanmarBARESKRIM Polri melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait penyekapan terhadap 20 pekerja migran di Myanmar.
Read more »

‘Tolong pulangkan kami’ - Puluhan WNI di Myanmar disiksa dan diperbudak sindikat penipuan online - BBC News Indonesia‘Tolong pulangkan kami’ - Puluhan WNI di Myanmar disiksa dan diperbudak sindikat penipuan online - BBC News IndonesiaPuluhan WNI di Myanmar dijebak dan disiksa sindikat penipu online yang memikat korban melalui hubungan asmara. Pemerintah Indonesia masih mengupayakan kepulangan mereka. 'Rasanya setiap saya mau tidur, merasa berdosa,' kata seorang keluarga dari WNI itu.
Read more »



Render Time: 2025-02-27 05:21:35